Tak hanya orang tua siswa yang kesal, para guru di SD tersebut juga mengungkapkan kekesalannya.
Seorang guru ini menuturkan bahwa setiap yang dilakukan para guru selalu salah dan turut memperlambat proses administrasi.
"Kami tidak senang dengan cara bapak ini karena apa yang kami lakukan tetap salah di mata bapak itu seperti tugas kami selalu dicoret, terus kami dua hari lalu ke sekolah minta ACC rapor.
Namun saya trauma karena tiap datang ke kantor pasti dimarah-marahi.
Minta tanda tangan dia susah, minta kertas rapor pun susah padahal kan sudah hak kami karena kan itu masuk dana BOS," ucapnya.
Aksi penolakan kepala sekolah ini bersamaan dengan kegiatan pembagian rapor semester ganjil siswa.
Disaat yang bersamaan saat dimintai konfirmasi terkait aksi tersebut, JA belum dapat memberikan keterangan hingga saat ini.
(Victory Arrival Hutauruk/Kartika Sari/ Andimaz Kahfi/tribun-medan.com)
Sebagian, artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Kepsek yang Didemo dan Dituding Homoseksual Bakal Dipanggila Dinas Pendidikan Kota Medan
Baca tanpa iklan