TRIBUNNEWS.COM - Sesosok mayat pria ditemukan mengapung di sungai.
Diduga mayat tersebut merupakan pelaku jambret yang menceburkan diri.
Korban menceburkan diri setelah dikejar massa.
Ditemukan mayat mengapung di sungai Jagir tepatnya di dekat pintu air, Sabtu (20/3/2021) pagi.
Mayat seorang pria itu masih lengkap mengenakan kaos lengan panjang berwarna hitam dan celana berwarna hijau.
Saat dibuka, pada bagian punggung mayat tersebut memiliki tatto dengan gambar bunga dan tengkorak.
Penemuan mayat itu pertama kali diketahui oleh warga yang melintas.
"Ada yang kemudian melaporkan kepada kami kalau melihat mayat dalam kondisi terkelungkup nyangkut di pintu air Jagir," kata petugas pintu air di lokasi.
Setelah memastikan jika yanh ditemukan adalah mayat, petugas pintu air segera melaporkan kejadian itu ke Command Center dan ditindak lanjuti oleh Satpol PP dan polisi.
Panit I Reskrim Polsek Wonokromo, Ipda Amiril membenarkan temuan mayat tersebut.
Baca juga: Niat Memancing Mendadak Batal, 2 Pria Ini Malah Temukan Mayat Pria Tersangkut di Batang Bambu
Baca juga: Tiga Mayat Ditemukan di Bendungan, Hanya Berselang Jam, 1 Jasad Bocah 9 Tahun, 2 Lainnya Mayat Pria
Baca juga: Mayat Wanita Ditemukan di Rumahnya, Sebelum Tewas Sempat Ngobrol dengan Mantan Suami dalam Kamar
Dugaan sementara, mayat pria itu adalah pelaku jambret yang sempat menceburkan diri ke dalam sungai usai dikejar massa.
"Betul tadi pagi kami mendapat laporan dan kami minta bantuan tim Inafis, juga dari tim rescue PMK Surabaya untuk evakusasi mayat tersebut. Dugaannya pelaju jambret ya," kata Amiril, Sabtu (20/3/2021).
Saat diperiksa, dalam dompet yang dibawa oleh terduga pelaku jambret yang tewas itu berisi KTP bernama Setio Aji (29) warga Sukomanunggal Baru Selatan.
"Namun saat petugas melakukan pengecekan, ternyata di KTP tersebut orangnya masih hidup. KTP itu memang dinyatakan hilang setelah pemiliknya pernah menjadi korban penjambretan," imbuhnya.