TRIBUNNEWS.COM - Ditemukan klaster penularan Covid-19 muncul di RT 11, RW 09, Kelurahan Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur, Jumat (4/6/2021).
Dari penemuan klaster tersebut, sebanyak 22 warga terkonfirmasi positif Covid-19.
Dikutip dari tayangan Kompas Pagi Kompas Tv, Minggu (6/6/2021), dari pantauan langsung wartawan Kompas Tv, Abel Sagita Insani, 13 dari 22 warga tersebut saat ini tengah dirawat di Wisma Atlet, Kemayoran.
Sementara, tiga warga di antaranya dilarikan ke Rumah Sakit Haji Jakarta dan enam lainnya melakukan isolasi mandiri.
"22 warga yang dinyatakan positif, 13 orang sudah dilarikan atau sudah dirawat di wisma atlet kemayoran, sementara enam lainnya melakukan isolasi mandiri, tiga lainnya sudah dilarikan ke rumah sakit Haji (Jakarta)," terang Abel.
Baca juga: Update Corona Global 5 Juni 2021: Total Kasus Aktif di Seluruh Dunia Capai 13,3 Juta, India 1,5 Juta
Baca juga: Pemalsuan Surat Bebas Corona di Pekanbaru Terungkap, Berawal Kecurigaan Porter Bandara Bawa 5 Surat
Oleh sebab itu, hingga saat ini pihak kelurahan terus melakukan tracing untuk memutus rantai penularan Covid-19 secara masif.
Sebelumnya, pihak kelurahan telah mengambil tindakan, yakni dengan melakukan tes PCR kepada warga yang melakukan kontak erat dengan para pasien.
Langkah tersebut dilakukan atas dukungan kerja sama pihak kelurahan dengan Puskesmas Pulo Gadung.
Abel mengabarkan, sebanyak 48 orang warga yang melakukan kontak erat dengan para pasien telah melakukan tes PCR.
"Ada 48 warga yang melakukan tes PCR kali ini, sebelumnya sudah dilakukan giat bersama di Kelurahan Kayu Putih, yakni bekerja sama dengan Puskesmas Pulo Gadung untuk melakukan PCR," terang Abel.
Baca juga: Kemendikbudristek Minta Peran Serta Masyarakat Awasi PTM Agar Tak Tercipta Klaster Sekolah
Tidak hanya itu, pihak kelurahan juga tengah melakukan pembatasan wilayah skala kecil (micro lockdown) selama dua minggu kedepan.
Hal tersebut dilakukan lantaran lokasi kelurahan dekat dengan sarana umum, Taman Pintar.
Atas konfirmasi pihak kelurahan, Abel mengabarkan, penemuan virus tersebut sempat diduga bermula dari tempat ibadah.
Namun setelah dilakukan penelusuran, ternyata virus tersebut bersumber dari klaster keluarga.
"Lurah Kayu Putih mengatakan dugaan awal klaster bermula dari tempat ibadah, namun dugaan itu salah."
Baca tanpa iklan