News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tarik Tarif Parkir yang Tak Wajar di Lokasi Wisata, 9 Warga Bantul Diciduk

Editor: Eko Sutriyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi

Laporan Wartawan Tribun Jogja  Christi Mahatma Wardhani 

TRIBUNNEWS.COM,  BANTUL - Kepolisian Resor Bantul mengamankan 9 warga Bantul yang diduga melakukan tindak premanisme dan pungutan liar (pungli).

Mereka diamanakan pada Minggu (13/6/2021).

Kapolres Bantul, AKBP Ihsan mengatakan warga yang diamankan tersebut menarik tarif parkir dengan harga yang tidak wajar.

Apalagi, karcis yang digunakan untuk menarik tarif parkir dibuat sendiri oleh pelaku.

Keuntungan yang didapat disebutkan masuk ke kantong pribadi, namun pihaknya turut menyelidiki kemungkinan ada sosok lain yang menerima setoran.

"Menurut pengakuan sementara untuk keuntungan pribadi.

Baca juga: Gadis 22 Tahun di OKU Selatan Tewas, Motor yang Dikendarai Hantam Truk yang Sedang Parkir

Keuntungannya berbeda-beda karena kelompok, ada yang dapat Rp70 ribu, ada yang Rp95 ribu.

Tarifnya macam-macam, ada yang ditarik Rp30 ribu, ada yang Rp40 ribu," katanya saat jumpa pers di Mapolres Bantul, Senin (14/6/2021).

Aksi premanisme dan pungli tersebut kebanyakan terjadi di daerah wisata, semisal di Pantai Parangtritis, Pantai Parangkusumo, Pantai Depok, Bantul kota, dan lainnya.

Aksi premanisme dan pungli yang dilakukan oleh 9 orang tersebut sangat merugikan dan mencoreng citra pariwisata Bantul, karena wisatawan jadi tidak nyaman selama berwisata.

“Saat ini kami lakukan pembinaan dulu lewat Babinkamtibmas.

Kalau terulang lagi ya kita proses lebih tegas," terangnya.

Pihaknya pun berkomitmen akan memberantas premanisme dan pungli di Bantul, antara lain diwujudkan dengan pembentukan satuan tugas antipremanisme belum lama ini.

Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli)  juga sudah terbentuk.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini