News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kisah Unik

SBY Menyebut Ibas Paling Sering Dihujani Fitnah dan Pergunjingan

Editor: cecep burdansyah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku sering mendapat serangan fitnah.

Tak lama kemudian di media sosial muncul komentar negatif, bunyinya sebagai berikut, “Enak sekali baru berdinas dua tahun sudah menjadi mayor.”

Beruntung ada seorang senior AHY yang lebih dulu lulus dari Akademi Militer (Akmil) ikut memberi penjelasan.

“Mayor Agus Harimurti Yudhoyono lulus Akmil tahun 2000. Sudah berdinas 12 tahun. Bukan baru dua tahun. Teman-temannya yang satu angkatan juga sudah menjadi mayor semua.”

Edhie Baskoro Yudhyono alias Ibas, putra kedua SBY, tak lolos dari berita hoaks.  Pria yang pernah menjabat sebagai Sekjen Partai Demokrat,  dan  anggota DPR tersebut pernah diisukan menerima aliran dana Rp 500 miliar dari Bank Century, bersama sejumlah pihak yang dalam Pemilu 2009 menjadi tim sukses SBY.

“Dalam kaitan ini, saya kira publik mengetahui bahwa terhadap fitnah yang menyatakan ada aliran dana lebih dari Rp 6 triliun dari Bank Century kepada kelompok Tim Sukses SBY itu terlah terbantahkan oleh sidang pengadilan,” ujar SBY.

SBY menyebut Ibas paling banyak mendapat serangan, mulai dari mendapat aliran dana dari M Nazaruddin, mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat, hingga pengguna narkoba.

“Tampaknya di samping saya, Ibas lah yang paling sering dihujani fitnah dan pergunjingan. Istri saya sering menitikkan air mata, mendengar betapa tiada hari tanpa fitnah bagi Ibas,” tambah SBY.

Pada tahun baru Islam, 1 Muharrah 1435 H, Ibas kembali menerima fitnah di media sosial, bahkan dibikin karikatur.  Fitnah itu menyangkut kebiasaan Ibas mengenakan baju lengan panjang.

”Dibikinkan karikatur yang menyatakan Ibas tidak pernah menggunakan baju lengan pendek karena tangannya penuh tato. Dikatakan pula, ada gambar salib di lengannya,” kata SBY

Lebih kejam lagi, disebutkan tangan Ibas penuh dengan goresan silet, menggambarkan ia mengonsumsi narkoba.

“Mungkin saya sudah kehabisan kata-kata untuk mengatakan berita itu bohong besar dan juga fitnah yang kejam. Terus terang selama ini Ibas lebih nyaman menggunakan baju lengan panjang karena ia menyadari badannya kurus,” jelas SBY.

Dalam kesedihan, Ibas dan Aliya (istri Ibas), secara emosional mereka berucap serta ‘menantang’ kepada juru fitnah tersebut. Bagi yang sangat ingin membuktikan bahwa lengan Ibas bersih dari tuduhan itu, bisa datang untuk membuktikan.

Manakala fitnahnya tidak terbukti, mereka harus minta maaf melalui seluruh media massa di Indonesia, termasuk media sosial. Mendengar hal itu SBY berupaya menenangkan mereka dan menyebut para juru fitnah tidak mungkin berani datang untuk berhadapan langsung.*

*Dikutip dari buku ‘SBY: Selalu Ada Pilihan, untuk Pencinta Demokrasi dan Para Pemimpin Indonesia Mendatang’, Penerbit Buku Kompas, 2014.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini