Kerajinan tangan itu diletakkan di teras rumah panggungnya.
Lilis tidak sendirian dalam membuat tenun. Di sejumlah rumah panggung di Baduy Luar, juga terlihat perempuan yang sedang membuat kain tenun.
Satu di antara tokoh masyarakat, Jali Marsinun, mengatakan lebih dari 30 perempuan yang bisa membuat kain tenun di Kampung Kadu Ketug.
Menurut dia, menenun sudah dilakukan sejak dulu.
Dulu, warga membuat kain tenun untuk kebutuhan pakaiannya secara pribadi.
"Sekarang sudah menyebar. Ada beberapa motif khas Baduy, seperti poleng hideung, suat songket, dan aros awi gede," ujar pria berusia 70 tahun ini.
Baca tanpa iklan