Kini, ia bersama anaknya berada di pengungsian SMPN 1 Dayeuhkolot.
Hingga malam hari, ada 33 Kepala Keluarga (KK) dengan 84 orang yang berada di pengungsian.
Diketahui, tanggul yang menyebabkan banjir jebol sekira pukul 17.00 WIB.
Hal tersebut disampaikan oleh relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Desa Citeureup, Deni Mirnawati.
"Tanggul tersebut jebol sekitar pukul 17.00 WIB," ujar Deni, saat dihubungi, melalui ponselnya.
Para warga yang menjadi korban pun terjebak hingga malam.
"Sekarang (pukul 19.00 WIB) warga masih banyak yang terjebak, ga ada yang fokus beberes inimah kejebak," kata dia.
Deni mengatakan, adapun permukiman warga yang terdampak banjir akibat tanggul jebol tersebut, di RW 5 dan RW 17 karena bersebelahan.
"Adapun yang terdampak di RW 05 sekitar 400 KK dan di RW 17 sekitar 300 KK," kata Deni.
Tim SAR Lakukan Evakuasi
Baca juga: Empat Titik di Kota Bandung Terendam Banjir dan Longsor
Hingga Kamis malam, tim SAR gabungan dari Basarnas, BPBD, Damkar dan relawan masih lakukan evakuasi terhadap para korban di RW 17.
Warga punbanyak yang berada di lantai dua atau di di genteng untuk menylamatkan diri.
Air yang jebol dari tanggul masih terlihat deras.
TribunJabar.id mewartakan, Kasi Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Bandung, Asep Mahmud, mengatakan sebagian warga telah dievakuasi.
"Kami sudah menentukan titik dan jalur evakuasi, terkecuali untuk warga yang memilih bertahan di rumahnya," kata Asep.
Baca tanpa iklan