News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

3 Narapidana Terorisme di Lapas Kelas II B Indramayu Ikrar Setia Kepada NKRI

Editor: Erik S
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tiga narapidana terorisme saat mengucapkan ikrar setia NKRI di Lapas Kelas II B Indramayu, Jumat (2/2/2024).

TRIBUNNEWS.COM, INDRAMAYU - TR, RI, dan IQ, tiga narapidana terorisme (napiter) di Lapas Kelas II B Indramayu berikrar setia kepada NKRI.

Ketiga pria tersebut juga menyanyikan lagu Indonesia Raya yang kemudian dilanjut pembacaan ikrar setia kepada NKRI.

Momen mengharukan terlihat saat prosesi mencium bendera merah putih, ketiganya bahkan terlihat berkaca-kaca.

Baca juga: 23 Narapidana Terorisme dari Rutan Cikeas Dipindahkan ke Jawa Timur

"Saya bersumpah melepaskan baiat saya dari amir atau pemimpin kelompok atau jaringan atau organisasi radikalisme dan terorisme yang bertentangan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar ketiganya dalam ikrar tersebut, Jumat (2/2/2024).

Mereka berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya dan mengaku menyesal.

Sebelumnya, TR merupakan anggota kelompok jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Ia terlibat dalam kejadian pengeboman di Gereja Katedral Makassar pada tahun 2021 lalu. TR kala itu berperan sebagai menyuplai bahan peledak.

Sementara RI dan IQ ditangkap karena terindikasi ikut sebagai anggota jaringan Jamaah Islamiyah (JI).

Kepala Lapas Kelas II B Indramayu, Hero Sulistiyono menambahkan, mereka sebelumnya masuk ke Lapas Kelas II B pada 24 November 2023 lalu.

Mereka merupakan napi pindahan dari Rutan Cikeas.

Selama dua bulan itu, mereka menjalani berbagai rangkaian pembinaan yang dilakukan oleh Lapas Kelas II B Indramayu.

Baca juga: 76 Narapidana Terorisme di Jawa Barat Ucapkan Ikrar Setia kepada NKRI

"Pertama kita melakukan pendekatan secara kemanusiaan, kita ajak diskusi. Mereka ini kita anggap sebagai teman dan saudara," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Jumat (2/2/2024).

Hero menyampaikan, pendekatan ini dilakukan agar tidak ada jurang pemisah antara napiter dengan petugas.

Lewat pendekatan ini, pihak lapas kemudian menawarkan pembinaan.

Mereka dibolehkan ikut dalam pembinaan keagamaan hingga pembinaan keterampilan.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini