Artinya, lanjut Gus Rozin, NU memiliki tanggung jawab besar dalam mengadvokasi kepentingan banyak masyarakat di Indonesia.
"Pada posisi itulah peran civil society NU kali ini bisa ditempatkan," ujarnya.
Gus Rozin juga mendorong agar NU bisa semakin berperan optimal dalam masyarakat luas.
"Tidak hanya secara kultural, tapi juga sistematis dan masif sehingga bisa lebih kuat dibandingkan kelompok-kelompok lainnya di hadapan pemerintah," imbuh Gus Rozin.
Pengasuh Pondok Pesantren Maslakul Huda (PMH) Kajen, Pati, Jawa Tengah ini menekankan, di dalam data ketimpangan sosial, hampir pasti warga NU berada di kelas bawah dan menengah bawah.
"Karena itu, NU harus menjadi nahkoda dalam perubahan sosial dengan segala perangkat, potensi dan aset yang dimiliki," ujar Gus Rozin.
(Tribunnews.com/Faryyanida Putwiliani)
Baca tanpa iklan