Selain itu, hak-hak dan aset Keraton Solo yang belum diberikan turut menjadi pemicu kekecewaan.
"Tentang janji pemerintah terhadap Keraton Surakarta, bahwa Daerah Istimewa Surakarta ditangguhkan tetapi sampai sekarang belum diberikan hak-hak keraton, termasuk asetnya," kata Dany.
"Mungkin ini pemikiran yang melatarbelakangi beliau untuk memberikan peringatan keras kepada pemerintah," imbuhnya dilansir Kompas.com.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul JAWABAN Putra Mahkota Keraton Solo Pasca Tabrak Lari di Gladak: Korban di Jalur yang Salah,Satu Arah
(Tribunnews.com/Sri Juliati/Suci Bangun DS) (TribunSolo.com/Anang Maruf) (Kompas.com)
Baca tanpa iklan