Pelajar di Grobogan Terpaksa Naik Perahu ke Sekolah akibat Banjir, Seberangi Kali Pakai Seutas Tali

Penulis: Isti Prasetya
Editor: Nuryanti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

JALAN PUTUS BATURAGUNG - Jalan putus di Baturagung belum diperbaiki, siswa-siswi terpaksa menyeberang perahu darurat ke sekolah. Jalan tersebut tidak bisa dilalui warga setelah amblas diterjang derasnya air jebolnya tanggul Sungai Tuntang, satu minggu yang lalu, Minggu (9/3/2025). (TribunJateng.com/Fachri Sakti Nugroho)
JALAN PUTUS BATURAGUNG - Jalan putus di Baturagung belum diperbaiki, siswa-siswi terpaksa menyeberang perahu darurat ke sekolah. Jalan tersebut tidak bisa dilalui warga setelah amblas diterjang derasnya air jebolnya tanggul Sungai Tuntang, satu minggu yang lalu, Minggu (9/3/2025). (TribunJateng.com/Fachri Sakti Nugroho)

TRIBUNNEWS.COM - Siswa di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, terpaksa menyeberangi kali dengan perahu darurat setiap hendak pergi ke sekolah.

Hal itu dilakukan lantaran jalan utama Desa Baturagung, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan terputus akibat banjir.

Warga tak dapat melintasi jalan tersebut lantaran amblas diterjang derasnya air saat tanggul Sungai Tuntang jebol pada Minggu (9/3/2025).

Jalan yang terputus sepanjang 20 meter itu masih tergenang air dengan kedalaman mencapai 3 meter.

Akibatnya, aktivitas warga menjadi terganggu, terutama anak-anak yang hendak berangkat sekolah.

Sejumlah siswa dan siswi di Desa Baturagung terpaksa menggunakan perahu darurat yang disediakan relawan untuk mobilitas warga.

Sebab, jika tidak menaiki perahu, warga harus memutar jalan sekitar empat kilometer untuk sampai ke sekolah.

Pelajar takut jatuh

Tampak belasan pelajar dengan seragam Pramuka mengantre menaiki perahu.

Tanpa didampingi orang dewasa, mereka bergiliran menarik perahu untuk sampai ke tepian sungai.

Beruntung, arus sungai saat itu terlihat tenang dan tidak deras.

Baca juga: Banjir di Grobogan Meluas, 26 Desa Terdampak, 1.202 Warga Mengungsi

Namun, solusi perahu darurat ini masih menimbulkan ketakutan bagi pelajar.

Risiko terjatuh karena pelajar kesulitan untuk menyeberang menggunakan perahu dengan seutas tali tambang yang dibentangkan dari kedua tepi sungai.

Kekhawatiran tersebut disampaikan oleh Dita, siswi SMPN 3 Gubug, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan.

Dita tak punya pilihan lain karena menaiki perahu adalah rute tercepat yang bisa ditempuh ke sekolahnya.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini