Awalnya, sepeda motor diseberangkan menggunakan perahu yang ditarik warga.
Kemudian, dibangun jembatan dengan model perahu sebagai penyangga.
"Saya pinjam ke bank untuk modalnya," bebernya.
Dalam sehari, ada puluhan ribu kendaraan yang melintasi jembatan dengan tarif Rp2000.
"Tetapi kalau ada pengendara yang tidak punya uang, uangnya cuma seribu atau lima ratus, kita juga tidak larang untuk menyeberang. Silakan saja," tuturnya.
Sebagian artikel telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Reaksi Keras Haji Endang saat Jembatan Perahu di Karawang Terancam Ditutup: Masyarakat Kerja di Sini
(Tribunnews.com/Mohay) (TribunJabar.id/Salma Dinda)
Baca tanpa iklan