News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pendaki Tewas di Gunung Rinjani

7 Pendaki Meninggal Dunia di Gunung Rinjani dari 2021 hingga 2025

Penulis: Muhamad Deni Setiawan
Editor: Tiara Shelavie
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

EVAKUASI KORBAN - Tim SAR gabungan saat mengevakuasi jenazah pendaki Malaysia, dari dalam jurang di jalur pendakian Torean Gunung Rinjani, Minggu (4/5/2025) pukul 10.30 WITA. Setidaknya ada 7 pendaki yang tewas di Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2021-2025).

TRIBUNNEWS.COM - Gunung Rinjani merupakan satu dari gunung dengan puncak tertinggi di Asia Tenggara, yang memiliki keindahan alam yang luar biasa.

Gunung yang terletak di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) itu memiliki ketinggian 3.726m/12.224 ft.

Meski begitu, keindahan alam yang ditawarkan sebanding dengan risiko yang harus dihadapi oleh para pendaki.

Dikutip Tribunnews.com dari berbagai sumber, setidaknya ada 7 pendaki yang tewas di Gunung Rinjani dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2021-2025).

Terkini, kecelakaan dialami oleh pendaki asal Brasil, Juliana Marins (27), yang dilaporkan jatuh ke jurang kira-kira sekitar 650 meter, Sabtu (21/6/2025). 

1. Pendaki Asal Surabaya

Seorang pendaki asal Surabaya, Jawa Timur M. Fuad Hasan (26) tewas di Gunung Rinjani karena terpeleset dan jatuh ke jurang.

Jasadnya ditemukan tim SAR gabungan di dasar jurang pada Minggu, 3 Januari 2021.

2. Pendaki Asal Portugal

Pendaki asal Portugal Boaz Bar Anam (37) jatuh di tebing Puncak Gunung Rinjani.

Ia terjatuh saat sedang mengambil swafoto di tepi jurang, Jumat (19/8/2022).

Pada Senin (22/8/2022), jenazah korban dievakuasi oleh tim Basarnas NTB.

Baca juga: 3 Ritual Warga Lokal di Gunung Rinjani: Menyembe, Wetu Telu, dan Pakelem yang Sarat Makna

3. Pendaki Asal Lombok Utara

Pawadi (40), warga Dusun Gubuk, Desa Santong, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara meninggal, dunia saat mendaki Gunung Rinjani, Senin (24/4/2023) sore.

Jenazah korban ditemukan di batas kawasan HPT Santong, Lombok Utara yang merupakan jalur tidak resmi yang ditetapkan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).

Pendakian ilegal yang dilakukan korban dibenarkan oleh Kepala Seksi I TNGR, Teguh Rianto, setelah dikonfirmasi TribunLombok.com, Rabu (26/4/2023).

"Awalnya, korban bersama rombongan berjumlah 5 orang hendak ke Danau Segara Anak untuk memancing pada Senin pagi (24/4/2023)," ucapnya.

Teguh Rianto menyebut, kelima orang pendaki tersebut pada sore hari melewati jalanan pada posisi hutan Penjalin Numpuk (sebelah barat Gunung Malang, kawasan hutan Lindung Santong BKPH Rinjani Barat - luar kawasan hutan TNGR).

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini