Anggota LBM PBNU (2022–2024)
Ketua Komisi Fatwa MUI Provinsi Banten
KH Imaduddin menjadi sorotan karena penelitiannya yang menyimpulkan bahwa klaim nasab Ba ‘Alwi tidak dapat dibuktikan secara ilmiah.
Ia menyebut adanya keterputusan silsilah dan merujuk pada manuskrip kuno serta hasil tes DNA yang menunjukkan ketidaksesuaian dengan garis keturunan Arab.
Penelitiannya dituangkan dalam buku seperti: Ulama Nusantara Menggugat Nasab Palsu; menakar Kesahihan Nasab Habib di Indonesia; membongkar Skandal Ilmiyah Sejarah dan Genealogi Ba’alwi.
Pernyataan dan kajiannya memicu debat sengit di kalangan umat Islam Indonesia, termasuk di media sosial dan forum ilmiah.
Meski menuai penolakan dari sebagian kalangan, banyak pula yang mengapresiasi pendekatan ilmiahnya.
2. Profil Ketua Umum: KH Abbas Billy Yachsy
Sosok sentral di balik gerakan ini, KH Abbas Billy Yachsy, merupakan pimpinan Pondok Pesantren Buntet, Cirebon.
Ia dikenal sebagai cucu dari KH Abbas Abdul Jamil, ulama besar yang turut memimpin perlawanan rakyat dalam Pertempuran 10 November di Surabaya.
Dikenal vokal dan berkomitmen menjaga integritas keislaman dan kebangsaan, KH Abbas Billy pernah menyatakan, kami akan tetap berdiri tegak, seperti para Wali Songo membangun Nusantara dengan cahaya kejujuran.
Keberadaan PWI Laskar Sabilillah dinilai sebagian kalangan sebagai bentuk penyeimbang di tengah meningkatnya polarisasi antar kelompok Islam.
Dalam beberapa kesempatan, mereka menyampaikan kekhawatiran atas doktrin dan gerakan keagamaan transnasional yang dianggap berpotensi memecah persatuan umat dan bangsa.
Namun, sikap tegas organisasi ini terhadap klaim-klaim keturunan dan kelompok ekstrem juga memicu kontroversi dan perdebatan tajam, terutama di media sosial dan forum keagamaan.
Didirikan di Cirebon
Dirangkum dari berbagai sumber, PWI Laskar Sabilillah merupakan organisasi yang tumbuh dari keresahan sebagian kalangan Nahdliyin terhadap maraknya klaim garis keturunan (nasab) yang dikaitkan dengan Rasulullah SAW tanpa bukti ilmiah yang valid dan memiliki misinya untuk merawat ajaran Islam Nusantara yang toleran dan berwawasan kebangsaan.
Baca tanpa iklan