News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

5 Fakta Teror Massa Bertopeng di Lima Kampus Makassar, Polisi: Jangan Terpancing!

Editor: Eko Sutriyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

SERANGAN OTK - Sebanyak lima kampus di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, diteror sekelompok orang tidak dikenal (OTK) yang mengenakan topeng dan membawa senjata tajam, Kamis (24/7/2025). Aksi ini menimbulkan kepanikan di kalangan mahasiswa dan menjadi sorotan publik.

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR – Sebanyak lima kampus di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, diteror sekelompok orang tidak dikenal (OTK) yang mengenakan topeng dan membawa senjata tajam, Kamis (24/7/2025).

Aksi ini menimbulkan kepanikan di kalangan mahasiswa dan menjadi sorotan publik.

Berikut beberapa fakta penting terkait peristiwa tersebut:

1. Teror Menyasar Lima Kampus Sekaligus

Aksi penyerangan oleh massa bertopeng terjadi di lima kampus berbeda di Makassar, yakni: Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh),  Universitas Negeri Makassar (UNM),  Universitas Muslim Indonesia (UMI),  Universitas Islam Makassar (UIM),  Universitas Dipa Makassar (Undipa), 

Para pelaku datang berkelompok, berpakaian serba hitam, dan memasuki lingkungan kampus dengan sepeda motor.

Baca juga: Anggota DPRD Sumut Diteror OTK Saat Kunker, Mobil Dilempar hingga Kaca Pecah

2. Bersenjata Tajam dan Teriakkan Provokasi

Dalam video yang beredar di media sosial, massa bertopeng terlihat membawa senjata tajam dan berteriak-teriak memancing konflik.

Mereka tampak menyisir area kampus untuk mencari kelompok mahasiswa tertentu.

Meski tidak ada korban luka, tindakan mereka menimbulkan ketakutan dan kekacauan di lingkungan kampus.

 3. Spanduk Ajakan Perang Terbuka Muncul di Fly Over

Selain penyerangan fisik, bentuk provokasi juga muncul melalui spanduk besar yang dibentangkan di fly over Jalan AP Pettarani–Urip Sumoharjo.

Spanduk tersebut berisi ajakan “perang terbuka” antar kelompok mahasiswa dan diduga kuat berkaitan dengan pelaku penyerangan.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, menyebut spanduk itu sebagai tindakan provokatif yang sedang dalam proses penyelidikan.

4. Polisi Kerahkan Tim dan Lakukan Penjagaan Ketat

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini