News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Sumur Minyak di Blora Kebakaran

Meski Api Sudah Padam, Warga Blora Dilarang Mendekat ke Bekas Sumur Minyak yang Terbakar

Penulis: Muhammad Renald Shiftanto
Editor: Tiara Shelavie
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KEBAKARAN SUMUR - Petugas Pertamina saat melakukan pengecekan kandungan gas pada titik sumur minyak yang sempat terbakar di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Minggu (24/8/2025). Meski sudah dipadamkan, warga tetap dilarang untuk mendekat ke titik kebakaran sumur minyak di Blora, Jawa Tengah. Ini kata BPBD Blora

Sumur yang terbakar ini merupakan sumur minyak rakyat, yang dikelola oleh warga setempat secara mandiri, bukan perusahaan resmi seperti Pertamina.

Empat orang bernama Tanek (60), Surenio (52), Wasini (50), dan Yeti (30) meninggal dunia dalam kejadian ini.

Yeti dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu, (23/8/2025).

Kata Bupati

Bupati Blora, Arief Rohman pun mengapresiasi kerja tim gabungan yang telah seminggu berjibaku memadamkan api.

"Alhamdulillah pagi ini saya berkunjung ke lokasi kebakaran sumur yang ada di Dukuh Gendono, Desa Gandu."

"Tentunya kami atas nama Pemerintah Kabupaten Blora dan juga masyarakat Kabupaten Blora mengucapkan apresiasi terima kasih untuk teman-teman dari Pertamina, BPBD, relawan, dan juga TNI Polri yang sudah membantu sehingga akhirnya api bisa dipadamkan," jelasnya, saat ditemui di sela-sela peninjauan bekas sumur minyak yang sempat terbakar, Minggu (24/8/2025).

Terkait apakah ada relokasi bagi warga sekitar, Arief masih akan mengkaji hal tersebut.

Yang terpenting, ujarnya, saat ini Pertamina akan menutup sumur tersebut.

Apabila sudah aman, warga yang mengungsi bisa kembali ke rumah masing-masing.

"Ya nanti akan kita pelajari, kita kaji ini, nanti langkah selanjutnya dari Pertamina akan dibuat capping untuk menutup sumur."

Baca juga: Penampakan Sumur Minyak di Blora yang Berhasil Dipadamkan

"Nanti kalau sudah aman, langkah selanjutnya para pengungsi kita kembalikan lagi ke rumah masing-masing, tapi nunggu nanti kondisi sampai aman,"

"Soal relokasi nanti kita akan bahas lebih lanjut, yang terdampak ini berapa rumah, nanti akan kita rapatkan," jelasnya.

Capping sendiri merupakan metode untuk menutup lubang sumur secara permanen atau sementara.

Penutupan sumur dilakukan supaya tak ada lagi semburan gas atau minyak, mencegah kebakaran atau ledakan, hingga menjaga keamanan lingkungan serta warga sekitar.

Prosesnya sendiri bisa dengan pemasangan alat khusus atau pengecoran beton di atas sumur.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini