News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Demonstrasi di Berbagai Wilayah RI

Aksi Protes Nyeleneh: dari Bangkai Tikus hingga Kotoran Sapi Dilempar ke DPR

Penulis: Falza Fuadina
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI AKSI DEMO - Mahasiswa yang tergabung dalam BEM Se Sumsel besrta Masyarakat dan Ojol melakukan aksi demo di Depan Gedung DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Senin (1/9/2025). Dalam aksi demo ini menuntutPengesahkan RUU Perampasan Aset, Menolak Kenaikan Tunjangan Anggota DPR RI , Mencopot Kapolri dan Mereformasi Polri. Berikut adalah tiga aksi demonstrasi nyeleneh dan unik yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. TRIBUN SUMSEL/ABRIANSYAH LIBERTO

TRIBUNNEWS.COM - Gelombang aksi massa berlangsung serentak di berbagai wilayah sejak 25 Agustus 2025.

Gerakan ini lahir dari penumpukan kekecewaan publik terhadap beragam persoalan struktural, kebijakan yang menuai kontroversi, hingga tragedi yang menyayat hati masyarakat.

Isu yang paling disorot mencakup besarnya tunjangan dan gaji anggota DPR RI, kebijakan kenaikan pajak, maraknya pemutusan hubungan kerja, serta praktik outsourcing.

Amarah warga semakin memuncak setelah insiden tewasnya Affan Kurniawan, seorang driver ojek online (ojol) yang terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob.

Meski demikian, aksi itu juga diwarnai dengan kejadian menarik.

Salah satunya terlihat dalam unjuk rasa yang berlangsung di Markas Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Mapolda Jateng), Semarang.

Unjuk rasa yang digelar pada Kamis, 28 Agustus 2025 itu diwarnai kericuhan.

Awal kericuhan dipicu oleh tindakan seorang bocah berpakaian cokelat seperti seragam Pramuka yang melempar bangkai tikus ke polisi.

Menurut Ketua Dewan Mahasiswa (Dema) UIN Walisongo Semarang, Muhammad Mu’tasim B, aksi pelemparan bangkai tikus tersebut merupakan semacam kode.

"Ada anak kecil membuka tasnya dan dia persis di samping saya."

"Anak itu membawa bangkai tikus dan dilempar,” kata Mu’tasim.

Baca juga: Jenderal Purn Dudung Abdurachman Singgung Provokator Demo Ricuh: Bisa Dari Dalam, Bisa Dari Luar

“Itu seperti sebuah kode."

"Baru kemudian hujan batu," ujar Mu’tasim, dikutip dari TribunJateng.com, Kamis (4/9/2025).

Mu’tasim mengatakan, bentrokan itu tidak terjadi sebelum insiden pelemparan bangkai tikus berlangsung.

“Kalaupun ada pelemparan, hanya berupa air mineral,” katanya. 

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini