TRIBUNNEWS.COM - Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang, Sumatera Selatan sedang menjadi sorotan.
Hal ini setelah terjadi insiden memalukan saat masa orientasi studi dan pengenalan kampus (ospek).
Unsri adalah salah satu perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia yang berlokasi di Sumatera Selatan, dengan kampus utama di Indralaya dan kampus lainnya di Palembang.
Ospek adalah singkatan dari Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus.
Ini merupakan kegiatan yang biasanya diadakan oleh perguruan tinggi di Indonesia untuk menyambut dan mengenalkan mahasiswa baru pada lingkungan kampus, sistem perkuliahan, organisasi kemahasiswaan, serta nilai-nilai akademik dan sosial yang berlaku di kampus tersebut.
Meskipun tujuannya positif, ospek kadang mendapat sorotan negatif jika diwarnai dengan tindakan perpeloncoan, kekerasan, atau pelecehan. Salah satu di antaranya yang terjadi di Unsri.
Mahasiswa baru atau Maba diminta untuk saling cium atau berciuman.
Kasus ini viral di media sosial sehingga menjadi sasaran hujatan Netizen.
Di video yang viral terlihat puluhan maba dikumpulkan di lapangan.
Mereka dipaksa duduk berhadapan secara berpasangan, baik laki-laki maupun perempuan, lalu disuruh untuk saling mencium.
Suasana makin ramai ketika terdengar suara senior yang menertawakan aksi tersebut.
“Giliran cium cewek dak malu, giliran kawan dewek malu,(Giliran ciuman cewek nggak malu, tapi giliran sama dengan kawan sendiri malu)” ucap salah satu senior dalam rekaman itu.
Fenomena ini langsung menuai kritik keras dari warganet.
Lalu sejumlah senior yang terdiri dari pengurus Himpunan Mahasiswa Teknik Pertanian (Himateta) yang terlibat dalam perpeloncoan tersebut akhirnya muncul dan buka suara.
Salah satu mahasiswa mengaku mendapatkan ide untuk memaksa maba saling cium dari seorang alumni.
"Saya penggerak kegiatan tersebut, dimana saya mendapatkan ide dari alumni," ucapnya.
Mahasiwa lain lalu meminta maaf dan mengaku tidak berpikiran panjang saat melakukan aksi tersebut.
“Kami mungkin tidak berpikir panjang untuk melakukan hal tersebut, dan kami ingin memohon maaf sebesar-besarnya,” jelasnya.
“Karena keteledoran dari pihak kami yang tidak berpikir panjang,” lanjutnya.
Himpunan Dibekukan
Buntut memaksa maba saling mencium, Himateta dibekukan.
Sekretaris Unsri Alifitri mengatakan, sesuai dengan Surat Edaran Rektor Nomor 0003/UN9/SE.BAK.KM/2025 tentang ketentuan pelaksanaan pengenalan kehidupan kampus mahasiswa baru (PKKMB) Universitas Sriwijaya Tahun Akademik 2025/2026, tidak diperkenankan adanya kegiatan perundungan, perpeloncoan, bahkan pelecehan seksual.
“Atas kejadian tersebut, Himateta dibekukan sementara untuk satu tahun ke depan. Kemudian, ketua angkatan 2023, serta ketua dan anggota panitia pelaksana kegiatan tersebut akan dipanggil,” kata Alifitri kepada wartawan, Selasa (23/9/2025).
Alifitri mengatakan, Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) Unsri akan melakukan investigasi terhadap pelaku perundungan.
“Jika terjadi pelanggaran, maka akan diberikan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku di Universitas Sriwijaya,” ujarnya.
Alifitri juga meminta para Maba untuk tidak mengikuti instruksi para panitia bila dianggap menyalahi aturan.
Sebab, seluruh kegiatan kampus telah tercantum sesuai aturan yang diberikan.
“Kepada mahasiswa baru Universitas Sriwijaya agar tidak melayani ajakan dari pihak manapun untuk melakukan pelanggaran terhadap aturan berupa tindak kekerasan, perpeloncoan, perundungan, pelecehan seksual, dan intoleransi,” tegasnya.
Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Pengurus Himateta Unsri Ungkap Awal Mula Ide Maba Saling Cium, Kini Dihujat hingga Minta Maaf,
Baca tanpa iklan