Namun, hanya ada lima orang murid.
"Awalnya kan para murid itu hanya mual saja, tapi yang lainya juga ikut-ikutan, mungkin karena anak beda-beda," katanya.
Yadi menegaskan, dapurnya sudah menyajikan MBG sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan.
"Bahkan, para karyawan di dapur juga sudah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Jadi kita pastikan semua proses mulai dari masak, bahan baku yang digunakan tidak ada kesalahan," katanya.
Menurut Yadi, pihaknya telah menyiapkan sebanyak 3.239 paket MBG per hari untuk 28 sekolah di Kecamatan Cugenang hingga kini.
"Kita tidak mau berspekulasi terkait adanya kejadian dugaan keracunan tersebut, karena kalau misalnya keracunan kenapa hanya terjadi di satu sekolah saja, sedangkan yang lain tak terjadi," katanya.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul 2 Kali Kejadian Keracunan MBG di Cugenang Cianjur Sumbernya dari Dapur yang Sama dan Dapur MBG Sarampad di Cianjur Klaim Sudah Sesuai SOP, Sebut Murid Keracunan Karena Jajan Seblak
(Tribunnews.com/Falza) (TribunJabar.id/Fauzi Noviandi)
Baca tanpa iklan