News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Atap Stadion di Blitar Roboh: BPBD Sebut Tak Ada Korban, Kerugian Capai Miliaran

Penulis: Muhammad Renald Shiftanto
Editor: Nuryanti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ATAP ROBOH- Kondisi atap tribun penonton Stadion Gelora Penataran di Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, roboh diterjang angin kencang pada Selasa (14/10/2025). Nilai kerugian ditaksir capai Rp 1,5 miliar sampai Rp 2 miliar.

TRIBUNNEWS.COM - Atap tribun penonton di Stadion Gelora Penataran, Kabupaten Blitar, Jawa Timur roboh, Selasa (14/10/2025).

Stadion Gelora Penataran berlokasi kurang lebih 10 kilometer di utara Alun-Alun Kabupaten Blitar.

Stadion ini selain digunakan untuk sepak bola, juga digunakan untuk sejumlah kegiatan olahraga hingga acara masyarakat.

Gelora Penataran telah beberapa kali jadi lokasi penyelenggaraan Liga 3 Regional Jawa Timur hingga Piala Menpora U15 dan U12.

Memiliki kapasitas 8.000 penonton, Gelora Penataran jadi kandang klub Blitar Poetra yang bermain di Liga 4 PSSI Jawa Timur.

Robohnya atap tribun penonton tersebut disebabkan oleh hembusan angin kencang.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.40 WIB.

Salah satu warga menceritakan, awalnya di sekitaran lokasi hanya mendung gelap biasa.

Namun, setelah itu terjadi hujan yang disertai dengan angin kencang.

"Anginnya berputar, lalu terdengar suara galvalum atap tribun penonton seperti hendak lepas," ujar warga bernama Aditya Aris Kurnia.

Mengutip TribunJatim.com, ia dan sejumlah warga yang saat itu berada di dalam stadion untuk latihan sepak bola pun langsung berlindung di dalam ruangan.

Baca juga: Ratusan Siswa SMAN 1 Cimarga Banten Kembali Sekolah usai Kepsek Dinonaktifkan

"Di dalam stadion ada beberapa orang hendak latihan sepak bola dan atletik. Kami berlindung di ruangan dalam stadion," ujarnya.

Ia menyaksikan, ada suara gemuruh yang keras dari atap tribun penonton.

Tak lama kemudian, atap tribun penonton terbang dihempas angin kencang.

"Kami yang di dalam sempat bingung. Mau lari ke depan, atapnya terbang ke arah taman. Kami berlindung di dalam," ujarnya. 

Kata BPBD

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini