Aksi itu dilakukan Dini karena ia memergoki ILP merokok di lingkungan sekolah, namun tak mengakui perbuatannya.
"Saya kecewa bukan karena dia merokok, tapi karena tidak jujur. Saya spontan menegur dengan keras, bahkan sempat memukul pelan karena menahan emosi."
"Tapi, saya tegaskan, tidak ada pemukulan keras," jelas Dini dalam video yang diterima TribunBanten.com, Senin (13/10/2025).
Ia juga membantah tudingan yang mengatakan dirinya menendang ILP.
Dini memastikan ia hanya menepuk punggung ILP secara spontan.
"Saya tidak menendang. Hanya menepuk bagian punggung, itu pun karena emosi spontan. Tidak ada luka atau bekas apa pun," imbuh dia.
Dugaan penamparan itu sendiri terjadi ketika Jumat Bersih di sekolah, Jumat (10/10/2025).
Baca juga: Pengakuan ILP, Siswa SMAN 1 Cimarga Diduga Ditampar Kepala Sekolah, Sebut Ada Kata Kasar Terlontar
Saat itu, Dini mendapati ada asap rokok di tangan ILP.
Ia pun memanggil ILP dengan suara agak keras sebab jarak cukup jauh.
Tapi, alih-alih merespons panggilan Dini, ILP disebut melarikan diri.
"Jumat Bersih itu bagian dari rangkaian kegiatan pembentukan karakter para siswa. Saya lihat dari jarak sekitar 20-30 meter, ada asap rokok di tangan anak itu," ujar Dini.
"Saya panggil dengan suara agak keras, karena jaraknya cukup jauh. Anak itu langsung lari," lanjutnya.
Dini berharap peristiwa ini bisa menjadi pembelajaran, agar lebih berhati-hati dan menjaga komunikasi antara guru, siswa dan orang tua.
"Kami di sekolah berupaya membentuk karakter anak, bukan merusak. Kalau ada kekeliruan dalam cara saya menegur, tentu akan saya evaluasi," pungkasnya.
(Tribunnews.com/Pravitri Retno W, TribunBanten.com/Misbahudin, Kompas.com/Acep Nazmudin)
Baca tanpa iklan