News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

2 Pengakuan Ari Warga Semarang Tutup Jalan: Takut Barangnya Hilang, Demi Kesehatan Warga

Penulis: Nanda Lusiana Saputri
Editor: Nuryanti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TUTUP AKSES JALAN - Tampang Ari Setiawan (45), warga jalan Sinar Mas VII RT 12 RW 1, Kelurahan Kedungmundu, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang Semarang blokade jalan umum.

TRIBUNNEWS.COM - Satpol PP Kota Semarang, Jawa Tengah, membongkar pagar yang menutup akses Jalan Sinar Mas, Kelurahan Kedungmundu, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (16/10/2025).

Akses jalan umum itu sengaja ditutup oleh warga bernama Ari Setiawan (45).

Sebelumnya, Satpol PP telah melayangkan somasi kepada Ari agar membongkar pagar di depan rumahnya yang menutup akses jalan.

Namun, hingga batas waktu yang ditentukan, Ari tak kunjung membuka blokade itu. Akhirnya Satpol PP bertindak.

Pantauan TribunJateng.com, pembongkaran dilakukan sekira pukul 09.00 WIB dan berhasil dirobohkan seluruhnya sekira pukul 11.00 WIB.

Terlihat selama pembongkaran dilakukan, petugas Satpol PP memanjat area ram-ram besi setinggi sekira 5 meter, mendekati atap lantai 2 rumah Ari.

Pembongkaran juga tampak dilakukan menggunakan alat berat.

Sementara itu, sejumlah petugas tampak berlalu-lalang menyingkirkan rangka besi dan material lain seperti seng, bambu, dan tumpukan hebel.

Ari terlihat pasrah saat petugas membongkar 'benteng' di depan rumahnya. Ia menyaksikan pembongkaran itu bersama sang istri.

Kepada awak media, Ari berdalih menutup jalan itu karena khawatir barang-barangnya akan hilang.

"Ya karena barang saya sebelumnya pada hilang. Saya menjaga aset saya biar enggak hilang dan enggak ganggu orang enggak bisa lewat ke sini. Kan untuk sementara," kata dia ditemui TribunJateng.com di sela pembongkaran berlangsung.

Baca juga: Satpol PP Layangkan Somasi ke Ari Warga Semarang yang Tutup Akses Jalan Umum: Kamis Kita Bongkar

Ari mengaku khawatir karena sempat menerima surat dari Satpol PP. Ia menafsirkan isi surat itu sebagai peringatan, material miliknya bisa disita.

Hal itulah yang membuatnya kembali menutup jalan dengan pagar seng.

"Karena saya disurati oleh (Satpol) PP. Analisa saya dalam surat itu kalau enggak ini material mau dibawa oleh PP. Lah saya kan beli dari keringat saya kalau mau dibawa," jelas dia.

Ari merasa menjadi sasaran konflik pribadi dengan warga sekitar sejak pertama kali membangun pagar tersebut.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini