Beruntung, menu MBG yang dibagikan ke kelas 1, 2, dan 3 tidak sempat dikonsumsi karena guru cepat tanggap menarik kembali makanan tersebut setelah terdeteksi adanya bau tidak sedap.
"Kami sudah data, jumlahnya ada 13 anak berasal dari kelas 4, 5 dan 6. Sedangkan untuk kelas 1, 2 dan 3 tidak terdampak karena langsung kita tarik makanannya sebelum dikonsumsi," jelas Eddy, seraya menambahkan bahwa pelajar yang mual dan muntah langsung ditindaklanjuti oleh pihak puskesmas di sekolah.
Kasus ini menambah panjang daftar insiden keracunan MBG, setelah sebelumnya terjadi kasus massal dengan ribuan korban di Bandung Barat, memicu kekhawatiran serius terkait kualitas dan pengawasan sajian makanan yang diberikan kepada siswa.
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.idÂ
Baca tanpa iklan