News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Sosok Ki Anom Suroto di Mata Pelawak Kirun, Rendah Hati dan Suka Bercanda

Penulis: Muhamad Deni Setiawan
Editor: Suci BangunDS
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DALANG LEGENDARIS - (Kiri) dalang senior Ki Anom Suroto saat mementaskan pertunjukan wayang kulit. Ki Anom meninggal hari Kamis, 23 Oktober 2025, di Rumah Sakit Dr. Oen, Kota Solo, Jawa Tengah.

TRIBUNNEWS.COM - Dalang legendaris sekaligus maestro seni pewayangan, Ki Ageng Anom Suroto Lebdo Nagoro, meninggal dunia di Rumah Sakit Dr. Oen Kandang Sapi, Solo, Jawa Tengah, pada Kamis (23/10/2025) sekitar pukul 07.00 WIB.

Suasana haru pun menyelimuti rumah duka Ki Anom Suroto di Desa Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo.

Isak tangis pecah dari para pelayat yang datang memberikan penghormatan terakhir kepada sang dalang kondang.

Salah satu sosok yang terpukul adalah pelawak kondang pada era 90-an hingga awal 2000-an, Muhammad Syakirun alias Kirun.

Kirun tak kuasa menahan air matanya saat melihat jenazah sahabat sekaligus panutannya tersebut.

Menurutnya, meskipun Ki Anom dikenal sebagai dalang besar, semasa hidupnya almarhum dikenal sebagai sosok yang bersahaja.

Ia mudah diajak berbincang, ringan tangan, dan tak segan bercanda dengan siapa pun.

“Beliau selalu akrab dengan siapa saja, ringan tangan, suka guyon, dan tidak pernah merasa lebih tinggi dari yang lain,” kenang Kirun, dilansir TribunSolo.com.

Kirun menyebut, Ki Anom bukan sekadar tokoh besar dalam dunia pedalangan, melainkan juga sosok guru yang mengayomi para seniman muda.

“Saya ini nderek (ikut) beliau sejak tahun 1987, sudah seperti santri yang selalu ikut di mana pun beliau mendalang,” kata Kirun.

Ia berujar bahwa Ki Anom adalah figur yang menjalankan peran ganda sebagai guru maupun bapak.

Baca juga: Maestro Pedalangan Ki Anom Suroto Tutup Usia, Keluarga Ungkap Pesan Terakhirnya

Ki Anom membimbing dengan keteladanan, bukan dengan jarak atau keangkuhan.

“Beliau itu sosok yang ngayomi, sebagai bapak, sebagai guru. Kalau saya ibaratkan, seperti sumur besar dengan banyak ember, artinya banyak yang ingin mengambil airnya, mengambil ilmu dari beliau,” ungkapnya.

Kirun terakhir kali bertemu Ki Anom pada acara tahun baru Muharam atau peringatan 1 Suro.

Ketika itu, meskipun dalam kondisi kurang sehat Ki Anom tetap hadir dan menunjukkan semangatnya.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini