News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

7 Tewas dalam Dua Hari, Bus Wisata Kecelakaan di Tol Pemalang dan Batang

Editor: Glery Lazuardi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KECELAKAAN MAUT TOL. Tim SAR gabungan mengevakuasi korban kecelakaan tunggal bus wisata yang terguling di ruas Tol Pemalang–Batang, Sabtu (25/10/2025). Bus yang membawa rombongan dari Semarang menuju Guci ini diduga mengalami rem blong hingga menewaskan tiga penumpang dan membuat belasan lainnya luka-luka. Pertanda awal petaka dalam bus wisata yang melaju di ruas Tol Pemalang-Batang, Sabtu (25/10/2025) pagi, sopir teriak rem los.

TRIBUNNEWS.COM - Insiden kecelakaan lalu lintas terjadi di Tol Jawa Tengah dalam rentang waktu satu hari.

Tol Jawa Tengah adalah jaringan jalan tol yang membentang di wilayah Provinsi Jawa Tengah dan menjadi bagian penting dari sistem transportasi nasional Indonesia.

Jalan tol ini menghubungkan berbagai kota strategis dan merupakan bagian dari Tol Trans Jawa, yang menghubungkan Merak hingga Probolinggo.

Tol Jawa Tengah menghubungkan kota-kota utama seperti Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Salatiga, dan Solo.

Tragedi pertama terjadi di Tol Pemalang pada Sabtu (25/10/2025). 

Bus wisata berisi rombongan Forum Kesehatan Kelurahan (FKK) Bendan Ngisor, Kota Semarang, mengalami kecelakaan maut di ruas Tol Pemalang-Batang, Jawa Tengah.

Empat orang tewas dalam insiden yang diduga terjadi karena rem blong.

Sementara itu, insiden kedua terjadi di Tol Batang pada Minggu (26/10/2025).

Bus pariwisata PO Haryanto dengan nomor polisi B-7394-VGA terguling di ruas Jalan Tol KM 354 Jalur B Semarang–Batang, tepatnya di wilayah Desa Ponowareng, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, sekitar pukul 22.35 WIB.

Tiga penumpang tewas di lokasi kejadian dan 21 lainnya mengalami luka-luka.

Kecelakaan di Tol Pemalang

Seorang penumpang selamat insiden kecelakaan lalu lintas di Tol Pemalang menceritakan detik-detik insiden terjadi.

Tour leader (TL) rombongan, Ryan (35), mengatakan, sebelum kecelakaan terjadi, sopir sempat mengeluhkan kondisi rem yang tidak berfungsi.

"Sopir sempat bilang remnya los, enggak bisa ngerem," ujar Riyan saat ditemui Tribunjateng.com, di RSU Siaga Medika Pemalang.

Ia menjelaskan, bus melaju dengan kecepatan sekitar 50 kilometer per jam dan tengah bersiap keluar dari gerbang tol.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini