News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Berita Viral

Pengakuan Guru di Subang setelah Tampar Siswa SMP, Dedi Mulyadi Pertemukan Wali Murid dengan Guru

Penulis: Faisal Mohay
Editor: Garudea Prabawati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

GURU TAMPAR SISWA - Orang tua siswa berinisial ZR (16), Deni Rukmana (kiri). Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi gerak cepat respons kasus penamparan siswa oleh guru (kanan). Berikut kronologi lengkap kasus guru tampar siswa di Subang.

TRIBUNNEWS.COM - Beredar viral video wali murid mendatangi SMP Negeri 2 Jalancagak, Subang, Jawa Barat karena tak terima anaknya ditampar.

Wali murid bernama Deni Rukmana (38) bertemu dengan guru yang melakukan kekerasan dan melampiaskan emosinya.

Anak Deni Rukmana berinisial ZR menjadi satu di antara delapan murid yang ditampar pada Senin (3/11/2025).

Diduga kedelapan siswa hendak bolos dengan cara melompat pagar sekolah.

Guru bernama Rana Saputra menampar para siswa untuk pendisiplinan.

Kasus ini mendapat sorotan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang menemui pihak sekolah dan orang tua siswa.

Politisi partai Gerinda itu meminta orang tua dan guru saling berbagi peran dalam mendidik anak.

“Ketika di sekolah anak menjadi tanggung jawab guru, ketika di rumah tanggung jawab orang tua, jadi dua-duanya harus saling menghargai,” ungkapnya, dikutip dari TribunJabar.id.

Ia meminta orang tua mempercayakan pendidikan anak ke guru selama di sekolah.

“Kalau gurunya agak keras sedikit, nah orang tuanya juga harus menyadari kenapa kekerasan itu terjadi.”

“Tetapi guru juga harus menyadari tidak semua hal bisa diselesaikan dengan kekerasan,” tandasnya.

Baca juga: Tindak Pidana Kekerasan Anak oleh Ibu Tiri di Bojonggede

Sementara itu, Rana Saputra mengaku telah menampar siswa karena melakukan pelanggaran.

“Dia (siswa ZR) pelanggarannya merokok, kemudian berkelahi, menganggu kelas yang lain, dan terakhir loncat dari pagar,” bebernya.

Rana Saputra merupakan guru mata pelajaran IPS dan kini mendapat teguran dari Dedi Mulyadi.

Kata Pihak Sekolah

Wakasek Sarana dan Prasarana SMPN 2 Jalancagak, Yaumi Basuki, mengakui adanya kesalahan dalam penegakan disiplin siswa.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini