News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kisah Wukirsari: Dari Reruntuhan ke Panggung Dunia, Bangkit Lewat Warisan Terbaik

Penulis: Arif Tio Buqi Abdulah
Editor: Drajat Sugiri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KAMPUNG BATIK GIRILOYO - Kampung Batik Giriloyo yang menjadi bagian dari Desa Wisata Wukirsari berada di ketinggian dengan kontur perbukitan sedang, memberikan panorama alam yang memesona. Desa Wisata Wukirsari dinobatkan sebagai Desa Wisata Terbaik di Dunia pada 2024 oleh UNWTO, Organisasi Pariwisata Dunia.

Namun, siapa sangka di balik goncangan gempa yang dahsyat itu ada satu hikmah besar, menjadi awal dari kebangkitan Wukirsari menjadi Desa Wisata yang kemudian terkenal sampai ke panggung dunia.

KAMPUNG BATIK GIRILOYO - Kampung Batik Giriloyo menjadi bagian dari Desa Wisata Wukirsari. (Tribunnews.com/Arif Tio)

Berbagai lembaga, baik pemerintah maupun Lembawa Swadaya Masyarakat (LSM), datang memberi bantuan, menyatukan gerak dengan harapan bisa memberi dampak yang berarti bagi Wukirsari. 

Mereka menggali potensi yang ada di Wukirsari untuk dijadikan pijakan agar bisa bangkit lagi. 

"Hampir semua ibu-ibu ketika ditanya pekerjaannya menjawab pembatik. Hal itu dinilai jadi potensi besar," tutur Bahtiar.

Pendataan yang dilakukan pasca-gempa kala itu, terdapat sekitar 1200-an perajin batik tulis di Wukirsari.

Mayoritas para perajin batik tulis itu dari dusun Giriloyo, Cengkehan dan Karangkulon, tiga dari 16 dusun yang ada di Desa Wukirsari.

Mereka kemudian dikelompokkan untuk diberikan pendampingan, diajari bagaimana cara memproduksi batik yang baik hingga siap jual.

Rasa senasib sepenanggungan yang dialami pasca-gempa, membuat warga Wukirsari menyatukan tekad untuk bangkit.

"Setelah rumah-rumah dibangun kembali dan trauma healing selesai dilakukan, aktivitas membatik mulai jalan lagi. Sebelumnya kayak mati suri," ujar Bahtiar.

Tepat setahun pasca gempa, pada 27 Mei 2007, masyarakat Wukirsari membuat satu gerakan dengan membatik di atas kain sepanjang 1.200 meter alias 1,2 kilometer.

Dari anak-anak sampai ibu-ibu turut berpartisipasi. Aksi itu berhasil memecahkan rekor MURI batik tulis terpanjang se-Indonesia.

"Itu jadi salah satu tonggak sejarah kebangkitan batik di sini," kata Bahtiar.

Di tahun itu pula, Paguyuban Batik Giriloyo dibentuk. Para perajin dan kelompok-kelompok batik mulai beraktifitas membatik lagi.

Berjalannya waktu, informasi tentang Wukirsari dengan potensi batiknya ini terus digalakkan. Berbagai kerjasama dengan pihak luar terus dijalin. 

Tiga tahun berselang, Wukirsari memproklamirkan diri sebagai Desa Wisata dengan Kampung Batik Giriloyo sebagai daya tarik utamanya.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini