News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Berita Viral

Sekolah Ambil Langkah Tegas, 4 Pelaku Bullying di Blora Dikeluarkan

Penulis: Muhammad Renald Shiftanto
Editor: Wahyu Gilang Putranto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PERUNDUNGAN DI BLORA - Para siswa yang diduga terlibat aksi perundungan diperiksa polisi di Mapolsek Blora, Jawa Tengah, Senin (10/11/2025). Ada empat siswa SMPN 1 Blora yang dipindah sekolah atau dikeluarkan karena jadi pelaku dan provokator aksi perundungan di sekolah

TRIBUNNEWS.COM - Empat siswa pelaku dan provokator perundungan (bullying) dikeluarkan dari SMPN 1 Blora, Jawa Tengah.

Diketahui aksi perundungan tersebut sempat viral setelah videonya tersebar di media sosial.

Dalam video tersebut, terlihat seorang siswa yang memakai seragam olahraga dipukuli berkali-kali oleh siswa yang memakai seragam pramuka.

Tampak korban berusaha melindungi kepalanya dari pukulan pelaku.

Aksi tersebut juga disaksikan oleh sejumlah siswa berseragam pramuka lainnya yang hanya menonton tanpa memisah keduanya.

Bahkan, sejumlah siswa terekam melakukan provokasi terhadap aksi tersebut.

Kepala SMPN 1 Blora, Ainur Rofiq, mengatakan pihak korban meminta ke sekolah supaya pelaku dan provokator dipindah dari sekolah.

"Tuntutan dari korban itu anak-anak yang pelaku utama dan provokator utama itu diminta untuk dipindah dari SMP 1," jelasnya, Selasa (11/11/2025).

Mengutip TribunJateng.com, pihak orang tua pelaku juga bersedia mundur dari SMPN 1 Blora.

"Dan si orang tua pelaku itu dengan kesadaran sendiri bersedia mundur (pindah sekolah)," ujarnya.

Baca juga: Fakta Aksi Bully di SMPN 1 Blora, Kepala Sekolah Minta Maaf hingga Puluhan Siswa Dipanggil Polisi

Ia mengatakan, empat siswa yang diminta pindah tersebut adalah dua siswa kelas 7 dan dua siswa kelas 9.

Mereka adalah dua pelaku dan dua provokator perundungan.

Meski mengeluarkan siswa, namun pihak sekolah tetap memberikan bantuan supaya keempat pelaku bisa mendapatkan pendidikan yang layak.

"Sebenarnya saya enggak bisa komentar, hanya saja sekolah tetap membantu berkoordinasi dengan dinas pendidikan supaya anak-anak ini tetap punya hak untuk sekolah."

"Jadi tetap membantu mencarikan sekolah," terangnya.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini