TRIBUNNEWS.COM - Empat siswa pelaku dan provokator perundungan (bullying) dikeluarkan dari SMPN 1 Blora, Jawa Tengah.
Diketahui aksi perundungan tersebut sempat viral setelah videonya tersebar di media sosial.
Dalam video tersebut, terlihat seorang siswa yang memakai seragam olahraga dipukuli berkali-kali oleh siswa yang memakai seragam pramuka.
Tampak korban berusaha melindungi kepalanya dari pukulan pelaku.
Aksi tersebut juga disaksikan oleh sejumlah siswa berseragam pramuka lainnya yang hanya menonton tanpa memisah keduanya.
Bahkan, sejumlah siswa terekam melakukan provokasi terhadap aksi tersebut.
Kepala SMPN 1 Blora, Ainur Rofiq, mengatakan pihak korban meminta ke sekolah supaya pelaku dan provokator dipindah dari sekolah.
"Tuntutan dari korban itu anak-anak yang pelaku utama dan provokator utama itu diminta untuk dipindah dari SMP 1," jelasnya, Selasa (11/11/2025).
Mengutip TribunJateng.com, pihak orang tua pelaku juga bersedia mundur dari SMPN 1 Blora.
"Dan si orang tua pelaku itu dengan kesadaran sendiri bersedia mundur (pindah sekolah)," ujarnya.
Baca juga: Fakta Aksi Bully di SMPN 1 Blora, Kepala Sekolah Minta Maaf hingga Puluhan Siswa Dipanggil Polisi
Ia mengatakan, empat siswa yang diminta pindah tersebut adalah dua siswa kelas 7 dan dua siswa kelas 9.
Mereka adalah dua pelaku dan dua provokator perundungan.
Meski mengeluarkan siswa, namun pihak sekolah tetap memberikan bantuan supaya keempat pelaku bisa mendapatkan pendidikan yang layak.
"Sebenarnya saya enggak bisa komentar, hanya saja sekolah tetap membantu berkoordinasi dengan dinas pendidikan supaya anak-anak ini tetap punya hak untuk sekolah."
"Jadi tetap membantu mencarikan sekolah," terangnya.
Baca tanpa iklan