News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pesawat Airvan Jatuh di Karawang

Tanda Sebelum Pesawat Jatuh di Karawang, Sempat Berputar-putar 

Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PESAWAT JATUH - Insiden pesawat milik BRO Skydive Indonesia dengan nomor registrasi PK-WMP yang jatuh di wilayah Desa Kertawaluya, Kecamatan Tirtamulya, Karawang, Jawa Barat, Jumat (21/11/2025) sore. Tak ada korban jiwa atas kejadian tersebut.

2. Rizky Dwi (co.pilot) asal Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang.
Pekerjaan: Karyawan Swasta.


3. Nur Andi (Teknisi) asal Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang.
Perkejaan: Karyawan Swasta.

4. Wilmar Eko (Teknisi) Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo.
Pekerjaan: Karyawan Swasta.

5.Ibnu Barkah (kru) Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung.
Pekerjaan: Karyawan Swasta.


Pilot Mengaku Pesawat Kehilangan Daya 

PESAWAT JATUH - Sebuah pesawat jatuh di area persawahan di Kampung Ceplik, Desa Kertawaluya, Kecamatan Tirtamulya, Karawang, Jawa Barat, Jumat (21/11/2025). Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, mengatakan bahwa berdasarkan informasi, saat ini kopilot dan empat penumpang pesawat tersebut berada di Desa Kertawaluya. (Tangkapan Layar di YouTube Kompas TV)

Lantas, apa penyebab pesawat ini jatuh? 

Eko Agus Nugroho, pilot pesawat GA8 Airvan mengatakan pesawat karena loss power atau kehilangan daya. 

“Powernya loss,” kata Eko di Kantor Desa Kertawaluya, Jumat.

Ia memastikan pendaratan darurat itu bukan disebabkan faktor cuaca, melainkan masalah teknis.

“Technical,” jawabnya saat ditanya apakah insiden itu terjadi karena kerusakan mesin.

Eko menyampaikan, pesawat tersebut berangkat dari Bandara Budiarto Curug, Tangerang menuju Cirebon. Ia mengaku sudah terbiasa menerbangkan pesawat melintasi langit Karawang.


Bupati Sebut Pesawat Bukan Jatuh Tapi Mendarat Darurat

Sebelumnya, penjelasan serupa juga diungkap Bupati Karawang, Aep Syaepuloh mengatakan pesawat tersebut mendarat darurat karena pesawat mengalami loss engine (kehilangan daya).

"Jadi mereka ini dari Tangerang menuju Cirebon, kemudian di ketinggian 5.500 kaki itu mengalami loss engine, karena mesin single gitu," kata Aep di Desa Kertawaluya. 


Akibat loss engine tersebut, pesawat hingga pada ketinggian 500 kaki, pilot mulai melihat situasi yang sangat memungkinkan mendarat darurat yakni di area persawahan.

"Ini bukan jatuh, tetapi pilot itu melakukan pendaratan darurat. Akhirnya di mendarat darurat di persawahan Kertawaluya," kata dia.

Setelah mendengar seperti itu, pemerintah bersama TNI dan Polri langsung bergegas ke lokasi melakukan evakuasi kepada semua kru di pesawat.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini