News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Banjir Bandang di Sumatera

Dampak Banjir dan Longsor: 217 Orang Tewas di Sumut, Infrastruktur di Aceh Hancur

Penulis: Gita Irawan
Editor: Glery Lazuardi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BANJIR DAN LONGSOR SUMUT - Tim gabungan evakuasi korban banjir dan longsor di Sumut, sementara Aceh alami kerusakan infrastruktur parah. (Photo by Gatha Ginting/Xinhua)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara dan Aceh menimbulkan korban jiwa serta kerusakan besar. 

Hingga Minggu (30/11/2025), tercatat 217 orang tewas dan 209 lainnya masih hilang di Sumut, sementara di Aceh infrastruktur vital hancur diterjang arus dan material longsor.

Pemerintah daerah bersama tim gabungan terus melakukan evakuasi, pencarian korban, dan penanganan darurat di lokasi terdampak.

Dampak Bencana di Sumut

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto melaporkan jumlah korban meninggal dunia dan orang hilang akibat banjir dan longsor di Sumatera Utara bertambah.

Hingga Minggu (30/11/2025) BNPB mencatat sebanyak 217 orang meninggal dunia dan 209 lainnya dinyatakan hilang dalam bencana tersebut.

Suharyanto menjelaskan penambahan jumlah korban jiwa tersebut karena operasi pencarian dan pertolongan oleh Satgas Gabungan berhasil menemukan sejumlah orang yang sebelumnya dinyatakan hilang. 

Sedangkan penambahan jumlah orang hilang bertambah karena ada laporan-laporan baru dari masyarakat terdampak.

"Jadi korban jiwa untuk Sumatera Utara 217 yang meninggal dunia. Kemudian 209 yang masih hilang," kata Suharyanto di Posko Nasional Pendampingan Penanggulangan Bencana Tanggap Darurat di Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Sumatera Utara yang disiarkan di kanal Youtube BNPB Indonesia pada Minggu (30/11/2025).

"Rinciannya ini semua, untuk Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, itu yang mungkin bertambah dari kemarin. Terutama di Tapanuli Selatan karena per hari ini banyak yang ditemukan," imbuh dia.

Selain itu, ungkap dia, jumlah pengungsi juga bertambah di sejumlah wilayah.

Suharyanto mengatakan penambahan jumlah pengungsi itu seiring dengan kondisi tempat pengungsian sudah relatif lebih baik.

Kondisi itu di antaranya dapur lapangan yang sudah beroperasional dan logistik sudah mulai banyak.

Sehingga, kata dia, masyarakat yang awalnya mengungsi secara mandiri saat ini berangsur masuk ke titik-titik pengungsian. 

Untuk di Tapanuli Utara, kata dia, terdapat 3.600 jiwa yang mengungsi.

Di Tapanuli Tengah, terdapat sekitar 1.600 KK yang mengungsi.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini