News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Banjir Bandang di Sumatera

Warga Aceh Tamiang Ungkap Bantuan IPSI dan YBM Langsung Menjangkau Dusun yang Jauh dari Posko

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Wahyu Aji
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Bantuan untuk korban bencana di warga Dusun Bukit Buling, Desa Rantau Pauh, Aceh Tamiang.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Saiful Anwar, warga Dusun Bukit Buling, Desa Rantau Pauh, Aceh Tamiang, menggambarkan beratnya perjuangan warga di wilayah terpencil pascabencana.

Menurutnya, selama ini bantuan lebih banyak terpusat di posko pengungsian, sementara warga yang tinggal jauh harus menempuh jarak hingga beberapa kilometer hanya untuk mendapatkan kebutuhan dasar.

Kehadiran bantuan yang disalurkan langsung ke permukiman menjadi pengalaman pertama bagi warga dan sangat membantu, terutama bagi mereka yang terdampak keterbatasan akses, minimnya pasokan air bersih, dan padamnya listrik.

“Baru kali ini pak, kita diberikan bantuan secara langsung. Biasanya kita harus keposko yang jauh disana, kami keposko hanya dapat telur 1 dan air 4.” ujar Saiful

Bantuan diberikan secara langsung kepada masyarakat yang sangat membutuhkan terutama daerah yang jauh dari titik bantuan, ini merupakan wujud kepedulian dari Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) bersama dengan Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN.

Penyalurannya dilaksanakan pada 13 Desember 2025 ke beberapa lokasi terdampak, yaitu:
Tamiang

  • Kuala Simpang
  • Tanjung Pura
  • Tamiang Hulu
  • Kecamatan Kejuran
  • Desa Alur Selebu
  • Tamiang Hulu

Sementara itu, Ketua Tim Relawan Gabungan PB IPSI - YBM PLN, Shalimar Anwar Sani mengatakan bahwa masyarakat masih membutuhkan listrik dan pasokan air bersih yang banyak,

"Begitu lepas maghrib, penyaluran bantuan cukup sulit karena listrik masih padam. Para korban juga mengeluhkan minimnya air bersih, miris sekali keadaan pasca bencana disini. Kami yakin PLN sedang mempercepat pembangunan tower-tower listrik dan semoga pasokan air bersih bisa terus disalurkan dalam jumlah besar, karena tanpa air bersih maka rawan banyak penyakit pada korban bencana," kata Shalimar.

Untuk diketahui, hari ini, Senin 15 Desember 2025, kondisi di Aceh Tamiang masih belum sepenuhnya pulih pasca banjir bandang yang melanda beberapa pekan lalu. 

Permukiman warga masih dipenuhi lumpur dan puing-puing, sementara aliran listrik di sejumlah wilayah belum kembali normal.

Warga terus berupaya membersihkan rumah dan lingkungan mereka, dibantu oleh relawan serta aparat setempat.

Pemerintah daerah bersama pihak swasta mulai menyalurkan bantuan berupa logistik dan air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

BNPB juga telah mendirikan tenda darurat di lokasi pengungsian untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal.

Bantuan dari berbagai pihak, termasuk perusahaan swasta, terus berdatangan guna mempercepat pemulihan. Meski demikian, tantangan masih besar karena akses jalan dan fasilitas umum banyak yang rusak.

Situasi ini menunjukkan bahwa proses rehabilitasi di Aceh Tamiang membutuhkan waktu dan dukungan berkelanjutan agar kehidupan warga bisa kembali normal. (*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini