News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Banjir Bandang di Sumatera

Tanggapi Polemik Bendera GAM, Sekjen Hasto: Bendera di Indonesia Hanya Satu, Merah-Putih

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Glery Lazuardi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

POLEMIK BENDERA GAM - Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan bendera Indonesia hanya Merah Putih, seraya mengingatkan agar polemik GAM tidak dipolitisasi.

Hasto pun menekankan bahwa PDI Perjuangan melalui Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) tetap berkomitmen penuh dalam upaya pemulihan pasca-bencana. 

Dia mengingatkan bahwa duka yang dirasakan masyarakat di Sumatra adalah duka nasional.

“Luka di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat akibat bencana adalah luka bagi seluruh anak bangsa. PDI Perjuangan menyatukan diri dalam upaya pemulihan bencana beserta seluruh dampaknya,” tandasnya.

Baca juga: Ricuh Konvoi Bendera GAM di Tengah Banjir Aceh, DPR Minta Semua Pihak Tahan Diri

Ricuh Soal Bendera GAM di Aceh 

Sebelumnya beredar video di media sosial Whatsapp yang menampilkan kericuhan antara sejumlah prajurit TNI dengan pria berpakaian sipil dengan narasi "TNI Pukul Masyarakat Membawa Bantuan Ke Aceh Tamiang" pada Jumat (26/12/2025). 

Sedangkan di Instagram, beredar pula video yang tampak merekam kejadian yang sana namun dari sudut berbeda.

Di Instagram, video tersebut dinarasikan "Aksi brutal TNI terhadap penyintas bantuan banjir ke Aceh Tamiang di Krueng Mane Aceh Utara" pada Jumat (26/12/2025) dini hari.

Kejadian itu tampak direkam malam hari.

Tampak di antara kericuhan tersebut sejumlah orang berpakaian sipil yang berdiri di atas truk-truk yang berbaris.

Terlihat juga sejumlah prajurit TNI berseragam membawa senjata laras panjang dalam video tersebut.

Penerangan dalam video tersebut juga tampak minim.

Menanggapi video tersebut, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah menyatakan TNI menyayangkan beredarnya video atau konten yang memuat narasi tidak benar dan mendiskreditkan institusi TNI tersebut.

"Informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan dan berpotensi menyesatkan publik," kata Freddy saat dikonfirmasi pada Jumat (26/12/2025).

Namun, Freddy menjelaskan peristiwa kericuhan tersebut benar terjadi.

Ia menjelaskan kejadian itu bermula pada Kamis (25/12/2025) pagi dan berlanjut sampai tanggal Jumat (26/12/2025) dini hari di Kota Lhokseumawe.

Saat itu, kata Freddy, sekelompok masyarakat berkumpul, konvoi, serta berunjuk rasa.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini