News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Banjir Bandang di Sumatera

Prabowo Tinjau Huntara dan Gelar Rapat di Aceh Tamiang

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Eko Sutriyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KUNUNGI HANTURA - Presiden Prabowo Subianto meninjau pembangunan hunian sementara (Huntara) Aceh Tamiang, Provinsi Aceh pada Kamis, (1/1/2026). (Sekretariat Presiden).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Aceh Tamiang, Provinsi Aceh pada Kamis, (1/1/2026).

Kedatangan Presiden untuk meninjau pembangunan hunian sementara (Huntara) di wilayah yang terdampak berat bencana banjir dan longsor pada akhir November tahun lalu tersebut.

Tiba di lokasi Presiden yang mengenakan pakaian safari lengan panjang lengkap dengan topi biru langsung meninjau 600 Huntara yang dibangun Danantara tersebut.

Setelah itu Presiden juga memimpin rapat koordinasi bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih, Gubernur Aceh, dan lainnya di sekitar lokasi Hunian.

Dalam sambutannya, Presiden mengatakan bahwa hunian sementara dibangun untuk mempercepat pemulihan pasca bencana. Hunian tersebut dibangun oleh Danantara.

"Hari ini saya hadir di sini, saya diminta meninjau kondisi pembangunan rumah hunian yang dibangun oleh Danantara sebagai inisiatif Danantara untuk membantu mempercepat pemulihan kondisi bencana di tiga Provinsi," katanya.

Baca juga: Prabowo Akui Belum Bisa Kunjungi Semua Titik yang Terdampak Bencana Banjir Sumatra: Saya Minta Maaf 

Presiden mengatakan bahwa sebelum ke Aceh Tamiang sehari sebelumnya ia mengunjungi Tapanuli Selatan yang juga terdampak bencana. Di wilayah tersebut ia meninjau posko pengungsi dan pembangunan Huntara.

"Saya kemarin sempat ke Tapanuli Selatan dan hari ini saya kembali ke Tamiang yang merupakan salah satu kabupaten yang paling besar dampak bencana tersebut," katanya.

Presiden mengatakan pembangunan 600 Huntara dalam waktu 8 hari merupakan suatu prestasi. Pengerjaan infrastruktur untuk menangani bencana Sumatera terbilang cepat.

"Walaupun menurut saya, saya juga sangat terkesan bahwa semua pihak telah bekerja dengan dengan gemilang dengan cepat ya. Jembatan yang biasanya kontraktor mengatakan dia butuh suatu bulan kita bisa selesaikan 10 hari, ini kan sesuatu yang harus kita hormati juga ya," pungkasnya.

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini