News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pesan Mahasiswi Unima sebelum Tewas di Kos, Keluarga Ungkap Dugaan Pelecehan Oknum Dosen

Editor: Glery Lazuardi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Jenazah Evia Maria, mahasiswi Unima, disemayamkan di Minahasa Utara. Publik menyoroti dugaan pelecehan oknum dosen.

TRIBUNNEWS.COM - Peristiwa tewasnya mahasiswa Universitas Negeri Manado (Unima), Antoineta Evia Maria, masih menjadi misteri.

Evia, sapaan mahasiswa tersebut ditemukan tewas di tempot kos di Tomohon pada Desember 2025. 

Keluarga menolak anggapan bahwa Evia mengakhiri hidupnya sendiri. Di balik tewasnya Evia ada dugaan oknum dosen melakukan pelecehan di lingkungan kampus.

Hilangnya bukti CCTV, luka di tubuh korban, serta kesaksian saksi memperkuat keyakinan keluarga bahwa Evia tidak bunuh diri, melainkan menjadi korban tindak kejahatan.

Pada Rabu (7/1/2026),  ayah, ibu dan adik dari Evia mendatangi Mapolda Sulut untuk memberi keterangan terkait penyidikan kasus kematian anaknya pada Rabu (7/1/2026).

Sofia, ibu Evia, menceritakan tentang sang putri tercinta saat menanti waktu pemeriksaan di ruang PPA Polda Sulut.

Pesan Terakhir Evia sebelum Tewas di Kos

Ia menuturkan pesan terakhir dari Evia yang akan selalu dikenangnya dalam kalbu. Ungkap Sofia, sang anak meminta tuntunan doa agar secepatnya menyelesaikan kuliah dan wisuda serta janji akan membanggakan orangtua.

"Saat menelepon saya selalu ia katakan: mama tinggal satu langkah lagi, banyak berdoa, kita akan wisuda, kita akan kase kebanggaan pa mama, deng mama ba langsing supaya pas baju saat kita wisuda," ungkap Sofia kepada tim TribunManado.co.id di Mapolda Sulut, Jalan Bethesda No. 62, Kelurahan Sario, Kecamatan Sario, Kota Manado, Sulawesi Utara, Rabu (7/1).

Latar belakang penuh optimistis itulah yang membuat pihak keluarga tak yakin anaknya bunuh diri.

Keluarga Serahkan Bukti Dugaan Pelecehan

Keluarga dari almarhumah Evia didampingi kuasa hukum Niczem Alfa Wengen bersama tim kuasa hukum lainnya.

Niczem mengatakan bahwa kedatangan mereka untuk menyerahkan bukti dugaan pelecehan oknum dosen Unima berinisial DM kepada penyidik Polda Sulut. 

"Ini sebagai bahan tambahan bagi penyidik untuk mengambil keterangan pada saksi - saksi," katanya. 

Ia menyatakan, bukti yang dibawa, salah satunya berupa chatingan grup dimana almarhum beber keterangan terkait dugaan pelecehan oleh oknum DM. 

Ungkap Niczem, selain sebagai bahan penyelidikan, bukti diajukan karena hingga kini DM masih mengelak telah melakukan pelecehan. 

"Terinformasi DM masih mengelak," katanya. 

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini