News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Di Medan Bocah SD Lawan Jambret, di Solo Anting Bocah SD Dirampas dan Diancam Diculik

Editor: Theresia Felisiani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BOCAH SD DIJAMBRET - Tangkapan layar rekaman cctv pelaku perampasan anting siswi kelas 1 di SDN 3 Jaten, Karanganyar, Jumat (9/1/2026) kemarin. Pelaku wanita itu menghampiri korban dan meminta melepas anting korban. Pelaku mengaku akan menculiknya jika korban tidak melepas antingnya. Anak kecil berpegangan behel sepeda motor milik pria tak dikenal, saat tas dan handphone miliknya dibawa pelaku di kawasan lorong 36, Gang Perabot, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Minggu (11/1/2026)

Keluarga bersyukur tangan sang anak tidak terluka parah. 

Meski sempat mengambil handphone, pelaku kemudian berhenti dan mengembalikan ponsel tersebut kepada anak korban. 

Namun, tas berisi uang Rp 100 ribu milik Darfan tetap dibawa kabur.

Bocah SD BS JAMBRET - Luar biasa! bocah SD di Medan berani lawan jambret yang rampas tas berisi uang Rp 100 ribu dan HP miliknya hingga terseret 20 meter. Darfan (52), ayah Jovita Vianitan (9), siswi kelas 3 SD saat ditemui dikediamannya, menceritakan kronologis kejadian yang dialami anaknya yang terseret 20 meter, Minggu (11/1/2026). Anak kecil berpegangan behel sepeda motor milik pria tak dikenal, saat tas dan handphone miliknya dibawa pelaku di kawasan lorong 36, Gang Perabot, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan (Tribun Medan/Haikal Faried Hermawan)

"Kami sudah melaporkan kejadian ini ke pihak lingkungan setempat, namun belum melapor ke polisi, yang rencananya akan membuat laporan jika kondisi korban. Kalau parah, baru akan saya laporkan," lanjutnya.

Keluarga memastikan pelaku hanya seorang pria yang bertindak sendiri dan hanya membawa tas berisi uang.

 

2. Bocah SD di Solo Jadi Korban Perampasan Anting

Alsava Cantika Cahya, siswi kelas 1 SDN 3 Jaten, Karanganyar, Jumat (9/1/2026) mengalami pengalaman menakutkan.

Di usianya yang masih sangat belia, Alsava harus berhadapan dengan ancaman orang asing tepat setelah jam pelajaran usai.

Anting kecil yang melekat di telinganya menjadi sasaran, dirampas dengan cara yang membuatnya ketakutan.

Kepala SDN 3 Jaten, Chatarina Retmawati, membenarkan peristiwa tersebut.

Kejadian terjadi sekitar pukul 10.30 WIB, saat suasana sekolah mulai lengang karena siswa bersiap pulang.

"Benar, ada siswi kami dirampas antingnya, dan sekolah serta orangtua korban sudah melaporkan kejadian ini ke kepolisian," kata Catarina, Minggu (11/1/2026).

Baca juga: Gadis Muda Pencari Kerja di Pematangsiantar Tewas Kecelakaan Saat Melawan Jambret, Ini Kronologinya

Menurut Catarina, korban merupakan siswi kelas 1 bernama Alsava Cantika Cahya, putri dari pasangan Danang Nur Cahyo dan Nia Gustianingrum, warga Desa Jati, Kecamatan Jaten.

Peristiwa itu terjadi tepat setelah Alsava keluar dari lingkungan sekolah.

"Kejadian saat itu ketika pulang sekolah, korban dihampiri pelaku dan diminta melepas antingnya oleh seorang wanita yang mengaku akan menculiknya jika tidak dilepas, dan ditaruh di tasnya," kata dia.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini