TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Baru-baru ini kasus bocah Sekolah Dasar (SD) jadi korban kejahatan marak terjadi.
Di Medan seorang bocah SD jadi korban pencurian HP dan tas, di Solo bocah SD jadi korban perampasan anting, lalu di Pekanbaru bocah SD jadi korban jambret HP.
Reaksi mereka ketika berhadapan dengan pelaku kejahatan yang adalah orang dewasa pun beragam, ada yang melawan, pasrah hingga ketakutan.
Tribunnews.com merangkum 3 kasus kejahatan jalanan yang menimpa para bocah SD yang kasusnya viral dalam beberapa hari terakhir.
1. Kejar Maling HP dan Tas, Jovita Bocah Kelas 3 SD di Medan Terseret 20 Meter
Bocah berseragam merah putih di Medan viral gegara berani melawan penjambret yang menjambret tas miliknya pada Sabtu (10/1/2026) siang
Meski tubuhnya mungil, bocah Sekolah Dasar (SD) ini menunjukkan keberanian luar biasa saat mempertahankan harta benda miliknya dari seorang penjambret hingga terseret di aspal sejauh 20 meter.
Dia adalah Jovita Vianitan (9), yang kini duduk di kelas 3 SD.
KRONOLOGI
Diketahui, seorang pencuri mendatangi rumah Jovita Vianitan di kawasan lorong 36, Gang Perabot, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Sabtu (10/1) siang hari.
Kejadian terjadi sekitar pukul 11.30 WIB.
Saat itu, Darfan (52), ayah korban, tengah menjemput anaknya di sekolah yang tak jauh dari rumahnya.
Baca juga: KRONOLOGI Balita Tertembak Peluru Nyasar di Belawan Medan saat Naik Bentor Bersama Ibunya
Setelah menunggu hampir 20 menit dan anaknya tak kunjung muncul, Darfan memutuskan pulang dengan asumsi anaknya mungkin sudah lebih dahulu tiba di rumah.
"Saya tunggu-tungguin enggak pulang, akhirnya saya pulang sendiri. Pas sampai rumah, saya lihat anak saya sudah ada di rumah tapi kakinya berdarah-darah," ujar Darfan saat ditemui Tribun Medan, Minggu (11/1).
Baca tanpa iklan