News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Momen 3 Bocah SD Berhadapan dengan Maling HP, Jambret Tas dan Pelaku Perampasan Anting

Editor: Theresia Felisiani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Bocah SD Korban Kejahatan - 3 Kasus VIRAL Bocah SD Jadi Korban Pencurian HP, Jambret Tas dan Perampasan Anting. Tangkapan layar rekaman cctv pelaku perampasan anting siswi kelas 1 di SDN 3 Jaten, Karanganyar, Jumat (9/1/2026) kemarin. Pelaku wanita itu menghampiri korban dan meminta melepas anting korban. Pelaku mengaku akan menculiknya jika korban tidak melepas antingnya. Anak kecil berpegangan behel sepeda motor milik pria tak dikenal, saat tas dan handphone miliknya dibawa pelaku di kawasan lorong 36, Gang Perabot, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Minggu (11/1/2026). Aksi jambret terhadap bocah di Pekanbaru yang terekam CCTV/tangkapan layar

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Baru-baru ini kasus bocah Sekolah Dasar (SD) jadi korban kejahatan marak terjadi.

Di Medan seorang bocah SD jadi korban pencurian HP dan tas, di Solo bocah SD jadi korban perampasan anting, lalu di Pekanbaru bocah SD jadi korban jambret HP.

Reaksi mereka ketika berhadapan dengan pelaku kejahatan yang adalah orang dewasa pun beragam, ada yang melawan, pasrah hingga ketakutan.

Tribunnews.com merangkum 3 kasus kejahatan jalanan yang menimpa para bocah SD yang kasusnya viral dalam beberapa hari terakhir.

 

1. Kejar Maling HP dan Tas, Jovita Bocah Kelas 3 SD di Medan Terseret 20 Meter

Bocah berseragam merah putih di Medan viral gegara berani melawan penjambret yang menjambret tas miliknya pada Sabtu (10/1/2026) siang

Meski tubuhnya mungil, bocah Sekolah Dasar (SD) ini menunjukkan keberanian luar biasa saat mempertahankan harta benda miliknya dari seorang penjambret hingga terseret di aspal sejauh 20 meter.

Dia adalah Jovita Vianitan (9), yang kini duduk di kelas 3 SD. 

KRONOLOGI

Diketahui, seorang pencuri mendatangi rumah Jovita Vianitan di kawasan lorong 36, Gang Perabot, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Sabtu (10/1) siang hari.

Kejadian terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. 

Saat itu, Darfan (52), ayah korban, tengah menjemput anaknya di sekolah yang tak jauh dari rumahnya. 

Baca juga: KRONOLOGI Balita Tertembak Peluru Nyasar di Belawan Medan saat Naik Bentor Bersama Ibunya

Setelah menunggu hampir 20 menit dan anaknya tak kunjung muncul, Darfan memutuskan pulang dengan asumsi anaknya mungkin sudah lebih dahulu tiba di rumah.

"Saya tunggu-tungguin enggak pulang, akhirnya saya pulang sendiri. Pas sampai rumah, saya lihat anak saya sudah ada di rumah tapi kakinya berdarah-darah," ujar Darfan saat ditemui Tribun Medan, Minggu (11/1).

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini