News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

WNA China Jadi Buron Kasus Love Scamming di Sleman, Sewa Rumah hingga Rekrut Karyawan

Penulis: Faisal Mohay
Editor: Febri Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PENIPUAN LOVE SCAMING - Barang bukti bersama enam tersangka kasus love scamming yang beroperasi di Sleman ditunjukkan polisi pada Rabu (7/1/2026). Aksi sindikat ini terbongkar setelah patroli siber mendeteksi aktivitas mencurigakan di lokasi tersebut.

 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang warga negara asing (WNA) China berinisial Z diburu Hubinter (Interpol) Mabes Polri karena terlibat kasus penipuan dengan modus love scamming.

Z berperan sebagai pemodal dan merekrut karyawan untuk dipekerjakan di sebuah rumah kontrakan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Love scamming adalah jenis penipuan berbasis manipulasi psikologis yang pelakunya berpura-pura menjalin hubungan asmara dengan korban untuk mencuri uang atau data pribadi mereka.

Berdasarkan keterangan OJK, love scamming menjadi salah satu tren kejahatan finansial digital yang sedang meningkat dan dilakukan secara global.

Dalam kasus di Sleman, para korban merupakan WNA dari Kanada, Amerika Serikat, Australia, dan Inggris.

Kasatreskrim Polresta Yogyakarta Kompol Riski Adrian menyatakan penangkapan terhadap Z memerlukan koordinasi antara kepolisian Indonesia dengan negara China.

“Terkait bosnya (scamming) dari China, kami sudah berkoordinasi dengan Hubinter, sudah berkirim surat. Jadi Hubinter yang meneruskan ke sana (Kepolisian China),” ungkapnya, dikutip dari TribunJogja.com.

Menurutnya, identitas Z terungkap setelah penyelidikan terhadap enam tersangka.

“Dia datang ke Indonesia cuma sekali. Ini masih terus kami dalami,” lanjutnya.

Penggerebekan di rumah kontrakan tersebut terjadi pada Senin (5/1/2026) lalu.

Sejumlah barang bukti diamankan termasuk barang pribadi para karyawan.

Baca juga: Timothy Ronald Disebut Sedang di Thailand di Tengah Laporan Dugaan Penipuan Trading Kripto

Ia memperbolehkan para karyawan mengambil barang bukti yang sempat disita.

“Kan ada tuh sepeda motor pegawainya yang ikut kami sita, sekarang sudah bisa diambil,” jelasnya.

Penggerebekan Kantor

Rumah kontrakan tersebut dijadikan markas PT Altair Trans Service untuk meraup keuntungan dari konten pornografi.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini