News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Berita Viral

Perundungan di Pendidikan Dokter Spesialis Terulang, 2 Kali Terjadi di Kampus yang Sama

Penulis: Muhammad Renald Shiftanto
Editor: Tiara Shelavie
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KAMPUS UNSRI PALEMBANG- Suasana kampus Unsri Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Isu perundungan di kampus Unsri Palembang, Sumatera Selatan pernah terjadi pada April 2025 lalu. Dokter konsulen tendang alat vital dokter PPDS

TRIBUNNEWS.COM - Perundungan di Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Universitas Sriwijaya (Unsri), Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) jadi sorotan publik.

Seorang mahasiswa junior diduga jadi korban bullying hingga pemerasan oleh seniornya.

Aksi perundungan ini ternyata bukan yang pertama kali terjadi di Unsri.

Pada April 2025 lalu, seorang dokter konsulen di RS Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang menendang alat vital dokter PPDS Unsri.

Dokter konsulen merupakan dokter spesialis senior yang memberikan konsultasi, supervisi, dan pengambilan keputusan medis.

Di rumah sakit, dokter konsulen juga sering menjadi pembimbing dokter PPDS (residen).

Mengutip TribunSumsel.com, aksi kekerasan dokter konsulen Anestesiologi tersebut dilakukan oleh Ys kepada S, mahasiswa PPDS Unsri.

Dirut RSMH, Siti Khalimah pun mengatakan bahwa YS merupakan pembimbing dari S.

"Insiden kekerasan fisik di ruang ICU ini dilakukan Konsulen berinisial dr Ys diduga melakukan kekerasan terhadap seorang peserta PPDS dengan menendang ke arah selangkangan," ujar Siti Khalimah, Rabu (23/4/2025).

Setelah ditelusuri, ternyata tak hanya satu orang saja yang jadi korban.

Kepala Satuan Pengawas Internal RSMH, Wijaya menuturkan, aksi perundungan yang dilakukan oleh Ys meliputi verbal, non-verbal, dan fisik.

Baca juga: 5 Fakta Konsulen Killer Tendang Alat Vital Dokter PPDS Unsri Palembang, Banyak yang Takut Bertemu

Dari hasil investigasi, ada enam hingga tujuh dokter PPDS dan perawat yang pernah menerima perundungan.

"Dokter Ys ini sering marah-marah,"

"Tapi dengan kejadian ini akhirnya ada yang buka suara 6-7 orang," ujarnya.

Menurutnya, banyak korban yang enggan buka suara sehingga ia kesulitan untuk menggali informasi.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini