TRIBUNNEWS.COM - Perundungan di Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Universitas Sriwijaya (Unsri), Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) jadi sorotan publik.
Seorang mahasiswa junior diduga jadi korban bullying hingga pemerasan oleh seniornya.
Aksi perundungan ini ternyata bukan yang pertama kali terjadi di Unsri.
Pada April 2025 lalu, seorang dokter konsulen di RS Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang menendang alat vital dokter PPDS Unsri.
Dokter konsulen merupakan dokter spesialis senior yang memberikan konsultasi, supervisi, dan pengambilan keputusan medis.
Di rumah sakit, dokter konsulen juga sering menjadi pembimbing dokter PPDS (residen).
Mengutip TribunSumsel.com, aksi kekerasan dokter konsulen Anestesiologi tersebut dilakukan oleh Ys kepada S, mahasiswa PPDS Unsri.
Dirut RSMH, Siti Khalimah pun mengatakan bahwa YS merupakan pembimbing dari S.
"Insiden kekerasan fisik di ruang ICU ini dilakukan Konsulen berinisial dr Ys diduga melakukan kekerasan terhadap seorang peserta PPDS dengan menendang ke arah selangkangan," ujar Siti Khalimah, Rabu (23/4/2025).
Setelah ditelusuri, ternyata tak hanya satu orang saja yang jadi korban.
Kepala Satuan Pengawas Internal RSMH, Wijaya menuturkan, aksi perundungan yang dilakukan oleh Ys meliputi verbal, non-verbal, dan fisik.
Baca juga: 5 Fakta Konsulen Killer Tendang Alat Vital Dokter PPDS Unsri Palembang, Banyak yang Takut Bertemu
Dari hasil investigasi, ada enam hingga tujuh dokter PPDS dan perawat yang pernah menerima perundungan.
"Dokter Ys ini sering marah-marah,"
"Tapi dengan kejadian ini akhirnya ada yang buka suara 6-7 orang," ujarnya.
Menurutnya, banyak korban yang enggan buka suara sehingga ia kesulitan untuk menggali informasi.
Baca tanpa iklan