TRIBUNNEWS.COM, BINTAN - Tiga orang pekerja terseret arus laut di perairan area ponton pengeboran milik PT Shandong Geologi Eksplorasi, Senin (19/1/2026) siang sekitar pukul 14.10 WIB.
Seorang di antaranya meninggal, satu lainnya selamat dan seorang lagi hilang.
Baca juga: Kronologi Penemuan Jenazah Diduga Pelatih Valencia Korban Kapal Tenggelam di Labuan Bajo NTT
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kelas A Tanjungpinang, Fazzli mengatakan peristiwa itu terjadi di tepat di depan PT Bintan Alumina Indonesia (BAI), Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri).
Awalnya seorang pekerja bernama Malik terseret arus deras.
"Malik berteriak meminta tolong kepada rekan kerjanya yang lain," kata Fazzli, Selasa (20/1/2026).
Dua pekerja lain yang mendengar teriakan Malik, yakni Ranggi dan Reza Ade Jumawar spontan melompat ke laut untuk menolong.
Namun keduanya justru ikut terseret arus kencang.
Ranggi berhasil selamat, tapi Reza Ade Jumawar, warga Kampung Bina Maju, Kelurahan Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur, ditemukan meninggal dunia.
"Ranggi selamat dengan cara naik ke atas ponton," ujarnya.
Sementara itu, Malik, warga Ganet, Tanjungpinang, masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.
Fazzli mengatakan laporan kejadian ini diterima dari pihak Kepolisian sekitar pukul 19.00 WIB.
Menanggapi laporan tersebut, tim rescue segera melakukan koordinasi dengan Polsek Bintan Timur, Satpolairud Polres Bintan, dan Pos TNI AL Kijang.
Tim Rescue KPP Tanjungpinang yang berjumlah empat personel telah diberangkatkan menuju LKK menggunakan Rescue Car Type II, perahu karet, dan mesin tempel sekitar pukul 19.15 WIB.
Baca tanpa iklan