TRIBUNNNEWS.COM, GARUT - Kediaman pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Deden Maulana dipenuhi karangan bunga di Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Deden adalah korban tewas pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan pada Sabtu (17/1/2026).
Jenazah Deden Maulana telah diberangkatkan dari Jakarta dan diperkirakan sore ini tiba di Garut.
Rencananya Deden akan dikebumikan hari ini di kampung halamannya di Kabupaten Garut, Kamis (22/1/2025).
"Perkiraan sekitar sore ini jenazah sampai Garut," ujar Jejen (55) paman korban kepada Tribunjabar.id.
Ia menuturkan, Deden merupakan pribadi yang bertanggung jawab dan penuh perhatian terhadap keluarga.
Kepergiannya secara mendadak akibat kecelakaan pesawat meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga inti, tetapi juga masyarakat sekitar.
"Anaknya baik dan sangat sederhana, setiap libur hari raya lebaran atau libur suka pulang ke sini," ungkapnya.
Jejen menjelaskan, meski kepergian Deden meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, namun mereka tetap merasa bangga karena almarhum gugur saat menjalankan tugas.
Menurutnya, dedikasi dan tanggung jawab yang ditunjukkan Deden hingga akhir hayat menjadi kenangan yang bisa dilupakan oleh keluarga.
"Insyaallah husnul khatimah, dia meninggal dalam tugas jadi keluarga merasa bangga," ucapnya.
Ditemukan Tim SAR Pertama Kali
Sebelum berhasil diidentifikasi oleh Tim DVI pada Rabu (21/1/2026) kemarin, Jenazah Deden adalah korban pertama yang ditemukan Tim SAR gabungan.
Jenazah almarhum Deden ditemukan Tim SAR gabungan di jurang sedalam 200 meter dekat kawasan puncak Gunung Bulusaraung.
Tim SAR menemukan jenazah almarhum Deden sehari setelah pesawat rute Yogyakarta-Makassar yang ditumpanginya dilaporkan hilang kontak saat hendak mendarat di Makassar.
Jenazah Deden ditemukan Tim SAR pada Minggu (18/1/2026).
Baca tanpa iklan