TRIBUNNEWS.COM - Bajaj Maxride merupakan layanan transportasi online roda tiga modern yang beroperasi di beberapa kota di Indonesia.
Moda transportasi ini menawarkan layanan pesan antar penumpang melalui aplikasi, menggunakan bajaj tipe terbaru seperti Bajaj RE, yang lebih ramah lingkungan dan nyaman, dengan fitur keamanan serta sistem pembayaran digital.
Transportasi roda tiga ini pertama kali meluncur dan mengaspal di Kota Makassar sekira 2023.
Kemudian, Bajaj Maxride berkembang di sejumlah kota di Indonesia.
Di Solo, kehadiran Bajaj Maxride mendapat penolakan dan terganjal regulasi.
Bahkan, pada Kamis (22/1/2026), para pengemudi ojek online (ojol) menggelar aksi menuntut sanksi tegas bagi Bajaj Maxride yang masih nekat beroperasi.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Surakarta tidak memperbolehkan bajaj beroperasi sebagai angkutan umum di Kota Solo.
Profil Bajaj Maxride
Melansir LinkedIn Maxride Indonesia, platform transportasi online ini diluncurkan pada Agustus 2023.
Pertama mengaspal di Makassar, Bajaj Maxride kemudian berkembang di sejumlah kota di Indonesia di antaranya Medan, Yogyakarta, Manado, Semarang, Solo, dan Pekanbaru.
Adapun sejumlah fitur utamanya:
Baca juga: Nasib Bajaj Maxride di Solo, Bakal Ditertibkan Dishub karena Belum Kantongi Izin
1. Layanan Roda Tiga
Pilihan transportasi yang khas dan efisien menggunakan kendaraan Bajaj RE, ideal untuk menavigasi jalanan kota yang sibuk.
2. Manajemen Sewa Komprehensif
Menawarkan unit sewa untuk mempercepat penetrasi pasar dan memastikan ketersediaan pengemudi.
3. Aplikasi Ramah Pengguna
Antarmuka intuitif untuk pemesanan dan manajemen perjalanan yang lancar.
4. Pertumbuhan Pesat
Mencapai lebih dari 100.000 unduhan dalam empat bulan peluncuran hanya di Kota Makassar, dengan pertumbuhan pengguna yang berkelanjutan.
5. Hubungan Pemerintah yang Kuat
Mempertahankan kemitraan yang kuat dengan badan-badan pemerintah untuk mendukung operasi dan ekspansi.
Baca tanpa iklan