TRIBUNNEWS.COM - Proses evakuasi korban longsor di Desa Pasirlangu berlangsung penuh drama pada Sabtu (24/1/2026).
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berulang kali berteriak meminta linggis saat menyaksikan korban terjepit batu dan pohon.
Hingga hari pertama pencarian, tim SAR gabungan berhasil menemukan sembilan korban tewas, sementara puluhan lainnya masih dilaporkan hilang.
Tanah longsor melanda dua kampung, yaitu Pasir Kuda dan Pasir Kuning. Diperkirakan luas tanah longsor mencapai tiga kilometer.
Baca juga: Jawa Barat Jadi Provinsi Terbanyak Bencana di 2025, Terbaru Longsor Cisarua, 82 Korban Masih Hilang
Dedi Mulyadi Berteriak Cari Linggis
Di hari pertama, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun ke lokasi longsor untuk membantu evakuasi warga.
Dedi Mulyadi mengalami kesulitan mengevakuasi warga. Dedi Mulyadi, berkali-kali berteriak meminta linggis kepada petugas karena salah satu korban ditemukan terjepit batu dan pohon.
“Linggis mana linggis,” teriak Dedi, lantang. Ia menjelaskan, korban yang sedang tidur tergulung kasur dan selimut, kemudian tertimpa batu serta pohon, sehingga menyulitkan proses evakuasi.
"Ada korban yang sedang tidur, tergulung kasur dan selimut, kemudian tertimpa batu dan pohon. Itu yang membuat proses evakuasi menjadi sulit,” ujar Dedi.
Setelah beberapa kali meminta, Sekretaris Daerah Jabar, Herman Suryatman, akhirnya datang membawa linggis yang dibutuhkan.
Proses evakuasi sempat terhambat karena akses lokasi dipenuhi warga yang ingin melihat langsung kehadiran Dedi Mulyadi di titik bencana.
Di tengah upaya mengevakuasi korban terjepit, warga lain menemukan dua korban tambahan.
“Ini ada satu, tolong, tolong,” teriak seorang warga. Petugas gabungan segera berlari ke arah warga dan berhasil mengevakuasi dua korban lain. Dengan melantunkan lafaz laa ilaha illallah, tim SAR akhirnya dapat mengangkat korban yang terjepit batu dan pohon.
Tiga korban yang berhasil dievakuasi langsung dibawa ke ambulans untuk diidentifikasi. Hingga kini, identitas mereka belum diketahui dan akan ditangani tim DVI.
“Fokus saya hari ini adalah mengangkat jenazah secara bertahap dan setelah itu melakukan pemulihan lingkungan,” ujar Dedi.
Selain turun langsung ke lokasi, Dedi Mulyadi berjanji memberikan bantuan Rp10 juta per kepala keluarga (KK) bagi para korban longsor.
Baca tanpa iklan