TRIBUNNEWS.COM, NGAMPRAH- Evakuasi korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat terkendala hujan.
Pada Kamis (29/1/2026), hujan mengguyur sejak pagi secara berulang meski dengan durasi tak begitu lama.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandung, Teguh Rahayu mengatakan, setidaknya ada 3 kali Operasi Modifikasi Cuaca (OPC) di langit Cisarua Bandung Barat dalam setiap hari.
"Dari pagi tadi sampai siang ini sudah tiga kali penerbangan OMC untuk area Burangrang sini. Cuma memang pertumbuhan awannya cukup tinggi," kata Kepala BMKG Bandung, Teguh Rahayu, Kamis (29/1/2026).
Fase puncak musim penghujan diduga menjadi faktor penyebab OPC mengalami kegagalan.
"Kalau dari awal lebih dari 20, misalnya dirata-ratakan 3 kali sehari, ada yang lebih juga. Ini kita sudah lakukan upaya semaksimal mungkin, namun memang ini sedang di puncak musim hujan," ujarnya.
Teguh menuturkan, cuaca di wilayah Bandung Raya diprediksi akan mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga lebat dalam sepekan ke depan.
"Hari ini cuaca masih sama seperti kemarin, kita lihat bahwa sepekan kedepan juga potrnsinya masih sama. Hujan ringan sampai lebat, sehingga memang berdampak pada operasi pencarian," tandasnya.
Fokus Pencarian
Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Muda TNI Yudhi Bramantyo N mengatakan, hari ke-6 pencarian difokuskan kepada sektor A1,A2, dan B2.
"Kita akan melanjutkan hari ke 6 ini seperti hari kemarin, mungkin permasalahannya di kondisi cuaca, tadi ada matahari sebentar sekarang sudah gelap lagi, hujan," kata Bramantyo di Posko Basarnas.
Bramantyo optimis pencarian akan berlangsung dengan lebih baik dari hari sebelumnya yang dinilai belum maksimal karena terkendala hujan, kabut, dan potensi longsor susulan.
Pada Rabu (28/1/2026), Basarnas mengangkat dua jenazah dari sektor A2.
"Kemarin mungkin kita tidak bisa maksimal, dua bodypack yang kita evakuasi, harapan kita hari ini bisa lebih," ujarnya.
Personel dan peralatan dalam misi pencarian dinilai sudah mencukupi dan terus ditingkatkan. Lebih dari 2000 petugas SAR gabungan dilibatkan dalam pencarian hingga menggunakan 17 alat berat.
"Alat berat 17, kita tambah kekuatan juga khususnya ekskavator yang 200 PC, lebih besar, yang terlibat dan tercatat kita ada 2.300 (persone), sampai 3.000 malah," tandasnya.
Baca juga: 35 Jenazah Korban Longsor Cisarua Bandung Barat Teridentifikasi, 15 Lagi Masih Proses
Baca tanpa iklan