Lalu peristiwa tsunami Pacitan 20 Oktober 1859 juga termasuk tsunami historis Jawa Timur yang korbannya tercatat, meski dokumentasinya tidak sedetail kejadian modern.
Mengapa kerap terjadi?
Daryono menambahkan, Pacitan sering muncul dalam sejarah terjadinya tsunami karena sejumlah faktor.
Pertama, karena wilayahnya berhadapan dengan megathrust Jawa.
Kedua, banyak teluk dan pantai sempit sebagai amplifikasi gelombang.
"Ketiga, diduga berada di atas segmen slab landai, sehingga koling subduksi kuat dan Tsunami terjadi pada gempa besar seperti catatan tsunami 1859 dan 1840," ungkapnya.
(Tribunnews.com/Gilang P)
Baca tanpa iklan