News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Aceh Minta Penghapusan Barcode BBM Subsidi saat Ramadan-Idul Fitri, Ini Kata Ketua MPR

Penulis: Chaerul Umam
Editor: Glery Lazuardi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PEMULIHAN PASCA BENCANA - Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengaku berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menghentikan sementara kebijakan kuota BBM bersubsidi di Provinsi Aceh. Hal itu disampaikannya saat kunjungan Pimpinan MPR RI dalam rangka Penyerahan Bantuan untuk Korban Bencana di 8 Kabupaten di Aceh, pada Selasa (10/2/2026). (Tribunnews.com/ Chaerul Umam)

TRIBUNNEWS.COM, ACEH - Aceh meminta penghapusan sistem barcode pembelian BBM subsidi selama Ramadan hingga Idul Fitri 2026. 

Ketua MPR RI Ahmad Muzani menegaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan Pertamina untuk memperjuangkan usulan tersebut.

Hal itu disampaikannya merespons permintaan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, meminta sistem barcode pembelian BBM subsidi di Aceh ditiadakan selama bulan Ramadan hingga Idul Fitri 2026, berkenaan dengan proses pemulihan di sejumlah wilayah yang masih berlangsung di Aceh. 

Permintaan tersebut disampaikan saat kunjungan Pimpinan MPR RI dalam rangka Penyerahan Bantuan untuk Korban Bencana di 8 Kabupaten di Aceh, pada Selasa (10/2/2026).

“Dalam catatan dari Wakil Gubernur (Aceh), wakil gubernur menitipkan pesan kepada saya, pertama supaya jatah BBM di Provinsi Aceh ini di-loss, begitu pak? Jadi saya sudah berbisik kepada Pak Kepala Satgas, Pak Tito Mendagri, ini akan kita sama-sama perjuangkan supaya jatah kuota BBM di Aceh tidak lagi terbatas,” kata Muzani, di Kantor Gubernur Provinsi Aceh.

Menurut Muzani, ha tersebut penting agar proses pemulihan pasca bencana banjir dan longsor bisa dilakukan secara cepat.

“Ini penting karena supaya alat-alat berat yang beroperasi 24 jam ini tidak terhambat oleh jumlah BBM yang terbatas akibat barcode,” ujarnya. 

“Nanti kami akan berbisik sama Pak Kepala Satgas untuk bisa bicara dengan Pertamina dan Menteri ESDM agar, jatah BBM di Aceh di-loss,” imbuhnya. 

Sebelumnya pada pertemuan tersebut, Fadhlullah mengaku sudah berkomunikasi dengan Dirut Pertamina terkait hal tersebut. 

"Yang terakhir selama masa transisi pemulihan, kebijakan yang kami harapkan karena ini menjelang bulan suci Ramadhan Pak, dan kemarin saya juga telah berkomunikasi dengan Dirut Pertamina agar peniadaan barcode selama menjelang bulan Ramadhan sampai hari raya Idul Fitri nanti Pak," ujarnya.

Fadhlullah mengungkapkan, sistem pembelian dengan barcode saat ini mengakibatkan antrean hingga mencapai 3-4 km.

"Karena barcode ini Pak, alat-alat berat kami masih bekerja ketika membeli di SPBU susah Pak. Begitu juga antrean Pak sampai 3-4 kilo di jalan. Seperti Bapak lihat di slide foto ini, ini antrean dikarenakan barcode Pak, solar dan pertalite. Ini antriannya Pak," ucapnya.

Dia berharap Aceh akan diberikan kekhususan sementara untuk peniadaan sistem pembelian BBM subsidi dengan skema barcode tersebut. Dia mengatakan Aceh masih dalam proses transisi pemulihan pasca bencana.

"Jadi harapan kami ini bisa diberikan kekhususan karena kita masih dalam masa transisi, sedangkan 4 kabupaten kami Pak masih dalam tanggap darurat yaitu Aceh Tamiang, kemudian Aceh Utara, kemudian Pidie Jaya, kemudian Aceh Tengah-Bener Meriah ini masih tanggap darurat Pak. Jadi harapan kami pertama adalah barcode," ujarnya.

Fadhlullah berharap, dengan penghentian sementara barcode BBM itu bisa mempercepat proses pemulihan. 

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini