News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Siswa SMP Bandung Tewas Dibunuh Teman, Ternyata Dipalak dan Dianiaya Sejak SD

Editor: Glery Lazuardi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM - Kasus pembunuhan siswa SMP di Bandung berinisial ZAAQ (14) mengungkap kisah pilu tentang pertemanan yang berubah menjadi tragedi mengerikan.

Korban ditemukan tewas di area bekas objek wisata Kampung Gajah Wonderland, Kabupaten Bandung Barat, setelah sempat dilaporkan hilang selama sepekan.

Polisi menetapkan dua remaja sebagai pelaku, yakni YA (16) dan APM/AP (17), yang ternyata merupakan teman dekat korban.

Fakta mengejutkan terungkap, ZAAQ disebut telah mengalami intimidasi, kekerasan, hingga pemalakan sejak masih duduk di bangku sekolah dasar.

Baca juga: Motif Suami Bunuh Istri di Kabupaten Bandung, Jasad Ditemukan Anak Sulung di Rumah

Sempat Hilang Sepekan, Korban Ditemukan Membusuk

ZAAQ dilaporkan hilang sejak awal Februari 2026. Keluarga diliputi kecemasan selama tujuh hari penuh hingga jasad korban akhirnya ditemukan pada Jumat (13/2/2026) malam di kawasan terbengkalai Kampung Gajah, Parongpong.

Penemuan jasad ini bermula ketika sekelompok kreator konten horor tengah melakukan pengambilan gambar di lokasi tersebut.

Bau menyengat mengarahkan mereka ke satu titik hingga menemukan jasad manusia tergeletak.

Petugas kepolisian segera datang untuk melakukan evakuasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Ya memang betul bahwa ada kejadian TKP temu mayat di bekas wisata Kampung Gajah,” ungkap Kapolres Cimahi AKBP Niko N Adi Putra, Sabtu (14/2/2026).

Saat itu identitas korban belum diketahui dan polisi masih menyebutnya sebagai Mr. X.

Kakek Korban Sudah Curiga Sejak Awal

Suasana duka masih terasa saat wartawan menyambangi rumah korban, Senin (16/2/2026). Undang (52), kakek korban, mengaku sejak awal menaruh kecurigaan terhadap YA.

“Saya sudah menyangka pelakunya dia. Rumahnya dekat sini. Selama pencarian kami tidak bisa tidur nyenyak,” ungkapnya.

Kecurigaan keluarga menguat setelah mengetahui YA berada di Bandung tepat pada hari hilangnya korban.

Korban Dipalak dan Dianiaya Sejak SD

Hubungan korban dengan YA bermula sejak kelas 5 SD di Banyuresmi. Namun, bagi ZAAQ, pertemanan itu justru menjadi awal penderitaan.

Menurut keluarga, korban kerap mengalami kekerasan fisik dan pemalakan.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini