Ringkasan Berita:
- Cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang melanda Kabupaten Klaten selama dua hari berturut-turut pada 17–18 Februari 2026.
- Kerusakan meliputi genteng beterbangan, rumah tertimpa pohon, kios rusak, hingga bangunan parkir ambruk.
- Sebanyak 20 kendaraan dilaporkan rusak akibat tertimpa bangunan dan material saat hujan angin.
- BPBD Klaten mengimbau warga tetap waspada karena puncak musim hujan masih terjadi pada Januari–Februari.
TRIBUNNEWS.COM - Cuaca ekstrem dilaporkan melanda beberapa kawasan di Indonesia.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan, sejumlah wilayah akan dilanda hujan lebat disertai dengan angin kencang.
Salah satu daerah yang diterpa angin kencang yakni di Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Selasa (17/2/2026).
Bayat merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Klaten yang berbatasan langsung dengan Provinsi DI Yogyakarta.
Jarak Bayat ke pusat Kabupaten Klaten sendiri lebih dari 12 kilometer.
Pada Selasa lalu, angin kencang menerjang Kecamatan bayat.
Hal tersebut dilaporkan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Syahruna.
"Untuk hujan angin yang terjadi Selasa, Kecamatan Bayat dilaporkan yang terdampak," ujarnya, Rabu (18/2/2026).
Mengutip TribunSolo.com, hujan disertai dengan angin kencang merusak sejumlah bangunan di tiga desa.
"Desa Paseban, Desa Krikilan, dan Desa Beluk yang dilaporkan," jelasnya.
Dikatakan Syahruna, hujan disertai angin tersebut, mengakibatkan genteng hilang hingga bangunan tertimpa pohon.
Baca juga: BRIN Ingatkan Banjir Bandang Bukan Semata karena Cuaca Ekstrem, tapi Alarm Runtuhnya Ekosistem Hutan
"Ada puluhan yang terdampak seperti genting kabur, tertimpa pohon, tertimpa bahan bangunan (rangka baja ringan dan galvalum)," paparnya.
Lalu pada hari Rabu, sejak pagi hujan dan angin kencang menerpa wilayah Klaten.
Dua kecamatan, Delanggu dan Prambanan pun terdampak.
"Kecamatan yang terdampak adalah Prambanan dan Delanggu. Ada dua desa yang terdampak langsung," ujarnya saat dikonfirmasi TribunSolo.com.
Di salah satu desa, yakni Desa Segaran, Kecamatan Delanggu, delapan rumah terdampak angin kencang.
"Di Desa Segaran (Delanggu), ada delapan rumah terdampak. Satu rumah rusak sedang dan tujuh rumah rusak ringan," lanjut Syahruna.
Sementara itu, di Kecamatan Prambanan, bangunan tempat parkir ambruk.
“Ada tiga kios (tempat usaha) yang mengalami kerusakan, serta bangunan parkiran roboh,” jelasnya.
Atas kejadian tersebut, puluhan kendaraan mengalami kerusakan.
“Ada 20 kendaraan yang mengalami kerusakan. Saat ini masih dilakukan asesmen,” kata Syahruna.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada pasalnya puncak musim hujan terjadi pada Januari dan Februari.
“Puncak hujan terjadi pada Januari dan Februari. Masyarakat tetap perlu waspada terhadap curah hujan yang tinggi,” pungkasnya.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Puncak Hujan Masih Terjadi di Februari, BPBD Klaten Minta Masyarakat Waspada Hujan Angin Kencang
(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunSolo.com, Zharfan Muhana)
Baca tanpa iklan