News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

COD HP Berujung Maut, Pemuda di Sumedang Tewas Dibunuh Rekannya Sendiri, Dendam Jadi Alasan

Penulis: Farrah Putri Affifah
Editor: Wahyu Gilang Putranto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PRIA TEWAS - Warga Dusun Bojong Gawul RT 02/03, Desa Girimukti, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, digegerkan dengan penemuan seorang pria dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (22/2/2026) pagi. Korban diduga tengah melakukan transaksi jual beli telepon genggam secara cash on delivery (COD) saat peristiwa terjadi. (TribunJabar/Humas Polres Sumedang)

Selain faktor emosional, polisi juga menemukan motif lain, yakni keinginan pelaku untuk menguasai barang berharga milik korban dalam skenario transaksi COD palsu.

Pelaku kini dijerat dengan Pasal 459 KUHP, Pasal 458 KUHP, dan Pasal 479 KUHP, yang ancaman hukumannya mencapai pidana mati, penjara seumur hidup, atau penjara maksimal 20 tahun. 

Polisi terus mendalami kasus ini untuk memastikan semua bukti dan saksi dapat menguatkan proses hukum.

Direncanakan Sendiri, Tanpa Keterlibatan Pihak Lain

Perkembangan terbaru dari penyidikan mengungkap bahwa aksi pembunuhan terhadap Juanda dilakukan sepenuhnya oleh tersangka seorang diri. 

Polisi memastikan tidak ada pihak lain yang terlibat dalam perencanaan maupun pelaksanaan kejahatan tersebut.

Tersangka diketahui berinisial A alias Adit Aryasyaputra.

Ia dan korban diketahui saling mengenal dan bahkan sempat berteman.

Sandityo Mahardika, menegaskan bahwa seluruh skenario pembunuhan dirancang sendiri oleh tersangka, mulai dari mengatur pertemuan hingga eksekusi di lokasi kejadian.

“Tersangka melakukan perencanaan pembunuhan seorang diri, sehingga semua rencana awal sampai akhir hasil sendiri, dan tersangka membunuh,” ujarnya saat konferensi pers di Mapolres Sumedang, Senin (23/2/2026).

Menurutnya, penyidik telah menelusuri kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain, namun tidak ditemukan bukti yang mengarah ke sana.

“Hubungan antara pelaku dan korban kurang lebih teman. Tapi tidak ada indikasi pelaku bekerja sama dengan orang lain,” tambahnya.

Menyiapkan Segalanya sebelum Eksekusi

Tak hanya itu, tersangka disebut telah mempersiapkan aksinya dengan cukup matang. 

Untuk membiayai aksinya, pelaku bahkan rela menggadaikan mobil pribadinya. 

Dana tersebut digunakan untuk membeli airsoft gun. 

Setelah itu, ia menyewa kendaraan lain agar pergerakannya tidak mudah terlacak dan untuk menjemput korban seolah-olah menuju lokasi transaksi.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini