News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Program KNMP di Bantul yang Digagas Prabowo, Begini Kesan Nelayan

Penulis: Erik S
Editor: Eko Sutriyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KAMPUNG NELAYAN - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengecek pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Poncosari, Srandakan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu (4/3/2026).

Ringkasan Berita:

  • Sakti Wahyu Trenggono meninjau pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Poncosari, Bantul, dan memastikan program ini meningkatkan kesejahteraan nelayan.
  • Fasilitas KNMP meliputi SPBN, pabrik es, gudang beku, bengkel kapal, serta program asuransi bagi nelayan.
  • Program yang didukung Presiden Prabowo Subianto ini akan diperluas hingga 1.000 kampung nelayan untuk memperkuat sektor perikanan dan pangan.
 

 

TRIBUNNEWS.COM, BANTUL - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengecek pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Poncosari, Srandakan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu (4/3/2026). 

Dalam kunjungan tersebut, Sakti Wahyu Trenggono menegaskan, KNMP harus berkembang dan memberikan kesejahteraan bagi para nelayan. 

Trenggono menyebutkan, kunjungannya ini menjadi rangkaian perjalanannya mengecek KNMP di seluruh Indonesia.

Di tahun 2025 ada sekitar 100 kampung nelayan yang dibangun. Salah satunya di DIY di Desa Poncosari, Srandakan, Bantul.

“Ini bagian dari rangkaian perjalanan saya mengecek seluruh pembangunan KMNP. Sebelumnya dari NTT, NTB, Jawa Timur dan hari ini di DIY. Besok akan ke Jateng dan minggu depan ke Sulawesi,” kata Trenggono didampingi Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto.

Trenggono mengaku senang dengan progres pembangunan yang ada. Hal ini bisa dilihat dari seluruh bangunan yang cukup sempurna. Para nelayan juga antusias menerima program kampung nelayan. 

Baca juga: Pemerintah Bangun Ekosistem Kampung Nelayan, BUMN Jadi Off-Taker Hasil Tangkapan

Saat ini, ujar dia, KNMP Poncosari siap beroperasi dan tinggal pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN). Selain itu juga akan digulirkan program asuransi bagi nelayan agar mereka lebih nyaman ketika melakukan aktivitas penangkapan ikan di laut.

“SPBN sedang kamu upayakan, dan nanti seluruh nelayan akan diberikan asuransi,” tutur Trenggono.

Di Kampung Nelayan ini, tambah dia, juga akan dilengkapi dengan pabrik es, gudang beku, kuliner, hingga perawatan kapal. Nantinya akan menggandeng investor untuk membantu proses pemasaran produk yang ada.

Komitmen Bangun Sektor Kelautan, Perikanan, dan Pangan

Lebih lanjut Trenggono mengatakan, program ini merupakan komitmen dari Presiden Prabowo yang konsisten membangun sektor kelautan, perikanan dan pangan. Program KNMP ini menjadi bagian penting dalam program swasembada pangan. 

“Tahun depan akan dikembangkan lagi 1.000 KNMP sampai di daerah terpencil,” ujar Trenggono. 

Di lokasi yang sama, Titiek Soeharto mengatakan, mengaku senang dengan dibangunnya KMNP di Poncosari. Bangunan yang ada cukup modern dan bagus. 

“Mudah-mudahan ini bisa bermanfaat untuk nelayan,” kata Titiek berharap.

Putri mantan Presiden Soeharto ini juga berpesan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan agar tegas dalam menjaga ketersediaan lobster. Sebab, di Gunungkidul banyak benih bening lobster, namun nelayan tidak berani menangkap karena dilindugi. Sementara yang terjadi dari luar ada yang menangkap dan dijual.

“Kami minta perhatian Kementerian Kelautan dan Perikanan agar ini ditertibkan. Jangan sampai BBL ini diselundupkan,” ungkap Titiek menegaskan.


Kesan Nelayan

Para nelayan di Kabupaten Bantul mengaku sangat mengapresiasi program KNMP yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

“Harapannya ini bisa bermanfaat bagi masyarakat, khususnya nelayan. Nelayan di sini sangat antusias dengan KNMP,” kata Punijo, nelayan setempat saat Menteri Trenggono mengecek pembangunan KNMP di Desa Poncosari, Srandakan, Bantul, DIY, Rabu (4/3/2026). 

Menurutnya, di Poncosari Bantul ada sekitar 150-an nelayan yang menggantungkan hidupnya dari aktivitas menangkap ikan di laut. 

Hanya saja profesi ini tidak bisa berlangsung sepanjang musim. Sebab, pantai selatan kerap diwarnai gelombang besar yang berbahaya jika dipaksa melaut.

“Kendala di sini adalah gelombang besar,” tutur Punijo.

Ia menyebutkan, hasil tangkapan ikan nelayan selama ini tidak menentu. Saat sepi produksi ikan hanya sekitar 500 kilogram. Namun saat cuaca baik dan musim ikan, hasil tangkapan lebih banyak karena semua nelayan turun melaut.

Baca juga: Satgas TNI Kebut Normalisasi Muara Kuala Penaga, Banjir Teratasi Ekonomi Nelayan Bangkit

Pendampingan dari Kementerian dan Kelautan dan Perikanan

Punijo juga mengaku senang dengan adanya fasilitas perbengkelan untuk kapal nelayan karena selama ini untuk perawatan mesin kapal harus dilakukan sampai di luar daerah hingga Cilacap.

Namun kini dengan adanya pendampingan dari Kementerian dan Kelautan dan Perikanan para nelayan bisa memperbaiki kapal sendiri.


“Di sini juga akan dilengkapi dengan layanan kuliner,” katanya menambahkan.

Selain itu, keberadaan KMNP juga akan dilengkapi dengan produksi es dan lemari beku. Hal ini akan menjadi solusi bagi nelayan untuk menyimpan ikan hasil tangkapan.

”Ini sangat bermanfaat bagi nelayan dan lingkungan sekitar,” ungkap Punijo.

Kebutuhan Nelayan

Sedangkan Ketua KNMP Poncosari Paijan mengatakan, hadirnya KNMP ini sangat menguntungkan para nelayan karena mendapatkan 400 jaring, 10 kapal, dan 30 mesin yang disesuaikan dengan kebutuhan nelayan.

Adanya gerai kuliner juga akan meningkatkan perekonomian warga. Selama ini ikan hasil tangkapan nelayan hanya dijual kepada tengkulak. Nantinya ikan hasil tangkapan wajib dijual ke koperasi dan dibuat produk kuliner yang lebih bervariasi, sehingga menambah penghasilan para nelayan. 

 

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini