News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Stok BBM

Isu Stok BBM Tinggal 20 Hari Picu Panic Buying di Bondowoso, Pertamina Buka Suara

Penulis: Muhammad Renald Shiftanto
Editor: Garudea Prabawati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM - Lonjakan pembelian bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU daerah mulai jadi sorotan di tengah meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap situasi geopolitik global.

Banyaknya masyarakat yang panik dan memborong BBM bermula dari panasnya kondisi geopolitik di Timur Tengah.

Selain itu, sebelum Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut bahwa stok BBM dalam negeri tersisa 20 hari imbas Selat hormuz ditutup karena perang Iran vs Amerika-Israel.

Namun, Bahlil kini memberikan klarifikasi bahwa sebenarnya, sejak dulu kapasitas penampungan minyak di Indonesia memang hanya 25 hari saja.

Ia memastakan, kepemilikan minyak di Indonesia aman dan masyarakat tak perlu panic buying.

Di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, sejumlah stasiun pengisian BBM dipadati kendaraan yang mengantre sejak Jumat (6/3/2026) pagi.

Warga berbondong-bondong membeli BBM jenis Pertalite dan Pertamax.

Di salah satu SPBU di Desa Kembang, Kecamatan Bondowoso, antrean jalur dua jenis BBM tersebut mencapai sekitar 30 meter.

Adista Prabudi selaku Pengawas SPBU Kembang mengatakan, peningkatan pembelian BBM terjadi sejak Kamis (5/3/2026).

Penjualan yang biasanya 13 ton per hari, namun sejak Kamis hingga Jumat pagi, penjualan Pertalite tembus 21 ton.

Kondisi yang sama juga terjadi pada penjualan Pertamax.

Baca juga: Bahlil Sebut Stok BBM Indonesia Masih Aman, Imbau Warga Tak Panic Buying Akibat Konflik Timur Tengah

"Peningkatan terjadi pada jenis Pertalite dan Pertamax. Kalau Solar aman, Pertadex juga aman," ujarnya dikutip dari TribunJatim.com.

Seorang pengguna kendaraan, Anggi, mengatakan banyak rekannya yang panic buying BBM.

Ia menuturkan, banyak warga yang takut kehabisan stok BBM karena disebut hanya tersisa 26 hari sebagai dampak perang Iran vs Amerika-Israel.

"Di Jember informasinya sudah panic buying juga. Kalau benar panic buying lagi, bakal mahal lagi ini di eceran toko," ungkapnya.

Baca juga: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Sebut Suplai Minyak Mentah Indonesia Tak Lagi dari Timur Tengah

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini